Sebelas PMI se-Indonesia Lokakarya & Sertifikasi Kompetensi di Makassar
Badan Diklat PMI pusat gelar lokakarya dan sertifiikasi di Markas PMI Kota Makassar, Salah satu peserta dari PMI Provinsi Papua
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Diklat Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat bekerjasama dengan LSP PMI menyelenggarakan lokakarya dan sertifikasi kompetensi sumber daya manusia (SDM) PMI bidang kesehatan regional Indonesia Timur.
Lokakarya dan sertifikasi kompetensi itu dilaksanakan di Markas PMI Kota Makassar, Jl Kandea, Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Kamis (15/9/2022).
Pelaksanaan uji kompetensi dan lokakarya ini berlangsung selama tiga hari, 13 hingga 16 September 2022.
Peserta yang mengikuti ini berjumlah 15 orang. Terdiri dari PMI Provinsi Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Makassar, Bali, dan Bogor
Sertifikasi ini tentang tugas PMI yaitu pembinaan relawan/SDM, pendidikan, pelatihan guna mendukung tersedianya personil PMI, relawan, staf dan pengurus yang kompeten dan profesional.
Hal tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM PMI dalam melakukan pelayanan yang profesional kepada masyarakat baik situasi normal maupun bencana.
Pengakuan kompetensi SDM PMI perlu diberikan melalui proses uji kompetensi teknis.
Dengan adanya pengakuan melalui proses uji kompetensi teknis, maka SDM PMI semakin dipercaya dalam melaksanakan pelayanan yang terbaik dan profesional.
Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal, menyampaikan rasa hormat dan terimakasih karena telah memberikan kepercayaan kepada Makassar sebagai tempat uji kompetensi LSP PMI daerah Sulawesi Selatan di bawah naungan PMI pusat.
Baginya, ini menjadi sebuah kehormatan yang luar biasa, karena kepercayaan ini menjadi seperti kita mendapat suntikan stimulan sehingga ini dipacu terus.
"Karena sering dapat stimulan, jadi kita seperti punya kompetitor. Jadi kita bersaing terus supaya bisa mendapatkan yang terbaik," kata Deng Ical sapaan akrab Ketua PMI Makassar.
"Karakter orang Makassar itu kalau tidak ada saingannya itu susah untuk berkembang. Jadi kalau ada saingan atau kompetitornya bisa lebih berkembang," lanjutnya.
Zaman sekarang, kata dia, kompetensi sudah menjadi sebuah keharusan, karena kompetensi itu menjadi sebuah standar utama.
Bahkan hampir semua lini, bukan hanya di pemerintahan tapi juga di organisasi sosial pun juga kompetensi itu sudah menjadi ukuran untuk memberikan nilai tambah bagi seseorang.
Beberapa perusahaan, lanjut dia, juga sudah menjadikan beberapa kompetensi teknis sebagai bagian dari life skill itu untuk memberikan penilaian tambahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/peserta-lokakarya-dan-sertifikasi-kompetensi-sebelas-PMI-se-Indonesia.jpg)