Kata Pakar Hukum Unhas Soal Batalyon 120 dan Pencopotan Iptu Faizal, Soroti Legalitas

Dr Ivan Parawansa mempertanyakan bagaimana pola kerja Batalyon 120 dalam hal membantu pemerintah mengurangi tindak kejahatan jalan

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Waode Nurmin
Tangkap Layar Youtube Tribun Timur
Ngobrol Virtual Tribun-Timur, bersama Pakar Hukum Unhas Dr Ivan Parawansa, Kamis (15/9/2022). Ngovi kali ini membahas soal keberadaan Batalyon 120 yang disebut dibentuk atas inisiator Kapolrestabes Makassar dan Danny Pomanto 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pakar Hukum Unhas Dr Ivan Parawansa, menyoroti organisasi Batalyon 120 yang disebut belum memiliki legalitas.

Pasalnya, organisasi yang diinisiasi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto dan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto itu, disebutkan belum terdaftar di Kesbangpol.

"Harusnya Pemerintah Kota Makassar bersama juga DPRD memikirkan legiltas pembentukan Batalyon 120 ini, dan juga harus transparan lagi," kata Dr Ivan saat menjadi narasumber Live Ngobrol Virtual (Ngovi) Tribun-Timur, Kamis (15/9/2022) sore.

Transparansi yang dimaksud Dr Ivan Parawansa yaitu terkait pola kerja Batalyon 120 untuk ikut membantu pemerintah mengurangi tindak kejahatan jalan atau kriminal lainnya.

"Urgensinya apa sih, apakah selama ini mencapai tujuan awal pembentukan batalyon ini atau bagaimana?," ujarnya

Terlebih kata Dr Ivan, dalam penggerebekan Tim Patroli Perintis Presisi dan Thunder Polda Sulsel, Minggu kemarin, ditemukan sejumlah barang bukti senjata tajam.

Sebab kata dia, seseorang yang menyimpan senjata tajam atau senjata api itu dapat saja dibolehkan ketika mengantongi izin.

"Di dalam Undang-undang darurat Nomor 12 Tahun 1991 itu ada di dalam pasalnya itu (disebutkan) dilarang menguasai (senjata tajam) dan lain-lain, itu ada ancaman hukumannya," terang Dr Ivan Parawansa

"Kemudian diatur kembali di Peraturan Kapolri kalau tidak salah, bahwa warga sipil boleh menguasai (senjata tajam) dengan izin," sambungnya.

Sementara terkait pencopotan Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu Faizal pasca penggerebekan, Dr Ivan Parawansa menilai harus ada penilaian atau pertimbangan yang objektif.

"Apakah Iptu Faizal ini dicopot karena dianggap tidak becus menjalankan pekerjaannya terkait Batalyon ini atau ada yang sebelum-sebelumnya. Ini butuh penilaian objektif," ucap Ivan.

Sekedar diketahui, organisasi Batalyon 120 menjadi sorotan warganet empat hari belakangan ini.

Pasalnya, Tim Perintis Presisi dan Thunder Polda Sulsel baru saja menggerebek markas Batalyon 120, Minggu kemarin.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti 146 busur, sejumlah senjata tajam jenis parang dan beberapa botol bekas minuman keras.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved