Ketua Gojek Maros Nilai Kenaikan Tarif Ojol Terlalu Kecil, Tak Sebanding Dengan Kenaikan BBM

Ketua Gojek Maros, Ahmad Dani menilai kenaikan tarif ini terlalu rendah jika dibandingkan dengan kenaikan harga BBM.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Driver ojek online (Ojol) di Kabupaten Maros mengeluhkan kecilnya kenaikan tarif Ojol yang ditetapkan beberapa waktu yang lalu 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Driver ojek online (Ojol) di Kabupaten Maros mengeluhkan kecilnya kenaikan tarif Ojol yang ditetapkan beberapa waktu yang lalu.

Ketua Gojek Maros, Ahmad Dani menilai kenaikan tarif ini terlalu rendah jika dibandingkan dengan kenaikan harga BBM.

Sehingga, mengakibatkan penurunan pendapatan sehari-hari.

Ia mengatakan sebelum kenaikan BBM ini, dia bisa mendapat pengasilan rata-rata Rp 400 ribu per harinya.

"Dulu bisa dapat Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. Sekarang cuma Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu," katanya.

Dani menyebutkan jika biasanya hanya perlu mengisi BBM jenis pertalite senilai Rp 20 ribu.

"Sekarang dalam sehari dapat mengisi BBM jenis Pertalite sampai Rp 35 ribu.Sebelum harga BBM naik, saya hanya merogoh kocek sekitar Rp20 ribu,” rincinya.

Dani menjelaskan, tarif ojol untuk penumpang di Maros saat ini naik Rp 2000 per KM.

Jasa pemesanan makanan hanya naik Rp 800 ribu per KM.

Dan tarif pengantaran barang masih stagnan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved