DPPKB Enrekang

Turunkan Angka Stunting, DPPKB Enrekang Gelar Pendampingan Tim Audit

DPPKB Enrekang mengadakan pendampingan tim audit kasus stunting indentifikasi dan seleksi kasus.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ERLAN SAPUTRA
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar pendampingan tim audit kasus stunting indentifikasi dan seleksi kasus di Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumat (9/9/2022). Kegiatan ini dgelar untuk percepatan penurunan stunting. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Enrekang mengadakan pendampingan tim audit kasus stunting indentifikasi dan seleksi kasus.

Kegiatan yang digelar DPPKB Enrekang berlangsung di Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumat (9/9/2022).

Kepala DPPKB Enrekang Darmiati Siapa mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi untuk percepatan penurunan stunting.

Seperti dengan melakukan audit kasus stunting melalui beberapa tahapan selama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

"Yaitu mulai dari calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, pasca persalinan, dan anak usia dini," katanya.

Darmiati menerangkan hal tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kasus stunting di setiap wilayah.

"Kemudian, hasil yang diharapkan dengan tersedianya data audit kasus stunting melalui identifikasi dan seleksi kasus stunting untuk kegiatan desiminasi hasil kajian kasus stunting," ungkapnya.

Sementara itu, Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan Ihsan mengajak peserta yang hadir untuk melakukan pendampingan kepada anak yang terdampak stunting.

"Karena saya yakin, bahwa orang-orang yang datang ini adalah orang-orang yang punya kemauan, punya kemampuan untuk membantu masyarakatnya untuk mencari atau warga yang ada anaknya yang memang sudah stunting," katanya.

Menurutnya penting dilakukan kerjasama antara kesehatan, Bappeda dan semua yang terlibat untuk melakukan intervensi yang memang ada anaknya stunting.

"Harus memang dikeroyok, kalo sudah didata, anaknya yang stunting, bagaimana merubah anaknya ini bisa lepas, haruski saling membantu," pungkasnya.(*)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Erlan Saputra

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved