Mogok Nasional

Buruh Ancam Mogok Kerja Nasional Jika Harga BBM tidak Diturunkan, Partai Buruh Jamin tak Ada Anarkis

Tuntutan itu juga sudah diutarakan serikat buruh dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senaya

Editor: Muh. Irham
Tribunnews.com
Ilustrasi buruh. Buruh di seluruh Indonesia mengancam akan melakukan mogok massal secara nasional pada akhir September 2022 mendatang. Aksi mogok nasional tersebut akan dilakukan jika tuntutan mereka agar harga BBM diturunkan, tidak dipedulikan oleh pemerintah 

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Partai Buruh menyatakan bakal menggelar aksi mogok kerja nasional pada akhir November 2022. Aksi tersebut ditempuh jika tuntutannya tidak didengar oleh pemerintah.

Setidaknya ada tiga tuntutan yang disampaikan Partai Buruh bersama serikat buruh, yakni meminta pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi, membatalkan Omnibus-Law Cipta Kerja dan menaikkan upah minum buruh pada 2023 sebesar 10-13 persen.

Tuntutan itu juga sudah diutarakan serikat buruh dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, pada Selasa (6/9) kemarin.

"Baru lah puncaknya bila tetap tidak didengar kami mempersiapkan pada akhir November partai buruh bersama organisasi serikat buruh, serikat pertani, nelayan, buruh migran buruh honorer kami mempersiapkan mogok nasional," kata Iqbal secara daring, Jumat (9/9).

Dalam melaksanakan mogok kerja nasional nantinya, Iqbal menjamin, tidak adanya tindakan anarkis dan mematuhi aturan yang berlaku.

Adapun aturan itu, kata dia termuat dan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat di muka umum.

"Nanti kami akan lapor pemberitahuan ke aparat keamanan bahwa kita akan mogok nasional," ucap dia.

Aksi mogok kerja nasional ini kata dia, akan diikuti secara serentak oleh setidaknya 5 juta buruh di seluruh Indonesia yang melibatkan 15 ribu perusahaan atau pabrik.

Nantinya mereka akan memberhentikan seluruh kegiatan produksi dan operasional hingga desakannya kepada pemerintah didengar.

"Mogok nasional ini akan diikuti 5 juta buruh, yang berasal dari lebih dari 15 ribu pabrik, jadi 5 juta buruh akan turun yang berasal dari 15 ribu pabrik di 34 Provinsi dan di 440 kabupaten kota serempak," kata dia.

Dalam aksi mogok kerja nasional ini, dia menjamin kalau para buruh hanya berdiam diri di depan gerbang pabrik atau sebatas duduk-duduk di sekitaran pabrik.
Sedangkan, sebagian buruh lainnya akan mendatangi kantor pemerintah untuk menyuarakan aksi yang sedang digelarnya.

"Nanti akan didahului oleh perundingan-perundingan upah dan perundingan keberatan naik BBM di setiap perusahaan," ucapnya.

"Kan deadlock tuh karena pasti gak akan tercapai titik temu, maka kita persiapkan stop produksi mogok nasional diumumkan secara resmi dan juga mengikuti aturan-aturan yang berlaku, tidak anarkis," jelas Said Iqbal.

Tolak Kenaikan BBM

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved