Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilpres 2024

Kala Ridwan Kamil Lirik Basis Suara Amran Sulaiman, Kang Emil: Aga Kareba Makassar

Tak hanya itu, warga yang hadir di event F8 Makassar terus mengikuti Kang Emil sapaan Gubernur Jabar.

Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI
ilustrasi. Foto Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyapa Andi Amran Sulaiman di Gedung AAS Building Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar Rabu (2/3/2022) siang 

Hadir sacara Virtual Pembina Dapil Bone Andi Irwandi Natsir dan Ketua Bappilu Andi Muhammad Irfan AB


Ketua Bappilu Sulsel Andi Muhammad Irfan AB mengatakan 4 nama itu muncul sesuai aspirasi yang berkembang di masyarakat.

Nama-nama tersebut selanjutnya akan dibahas di tingkat wilayah sebelum dibahas di level Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi Djamal mengatakan, pasangan presiden dan wakil presiden bukan dipilih oleh partai politik, melainkan dipilih oleh seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu PAN menjaring aspirasi dari daerah mengenai figur kandidat bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden.

PAN tidak lama lagi akan mengumumkan usungan capres dan Cawapres-nya. Calon itu akan diumumkan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN, sekitar Juli 2022.

"Pasangan capres dan cawapres itu merupakan usulan dari seluruh DPD dan DPW PAN seluruh Indonesia," kata Kahfi.

Usulan diawali dari aspirasi DPD 24 kota dan kabupaten melalui rakerda. Di situ DPD bisa menentukan beberapa figur untuk disetor ke DPW. Setelah itu, DPW kemudian membahasnya lagi melalui Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).

"DPW juga bisa mengusulkan di atas satu pasangan untuk disetor ke DPP PAN untuk dibahas di Rakernas," katanya.

Nama-nama usulan 24 daerah akan dibahas di rapat kerja wilayah DPW PAN Sulsel. Selanjutnya pengurus wilayah menyampaikan kepada DPP PAN.

Kahfi mendorong tokoh-tokoh Sulsel mengikuti jejak Jusuf Kalla di kepemimpinan nasional.

Kahfi mengatakan, Jusuf Kalla sebagai tokoh Indonesia Timur mampu menunjukkan kualitas kepemimpinanya di level nasional.

Menurutnya, JK tampil sebagai tokoh perdamaian yang dibutuhkan bangsa Indonesia. Ia mengambil peran menangani konflik di Ambon, Poso, dan Aceh.

"Menurut saya, Pak JK jadi wapres dua periode itu bukan karena beliau orang Bugis, tapi beliau punya ketokohan nasional. Sosok Pak JK dikenal bangsa sebagai tokoh perdamaian, sehingga dibutuhkan di level nasional, Aceh butuh Pak JK," kata Kahfi.

Untuk itu Kahfi mendorong tokoh-tokoh Sulsel mengikuti jejak JK membuktikan kualitas kepemimpinan kepada bangsa Indonesia.

Menurutnya, untuk tampil di panggung kepemimpinan nasional, maka tokoh Sulsel harus menunjukkan kualitas kepemimpinannya, bukan sekadar membawa nama wilayah.

"Sah sah saja bila ada kader mengusulkan tokoh Indonesia Timur, tapi di atas segalanya kita kedepankan ketokohan secara nasional dan kualitas," kata Kahfi menjawab pertanyaan wartawan.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved