Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Daerah Makassar-Luwu Kini Jadi Rp 200 Ribu per Orang
Imbas kenaikan harga BBM mulai terasa di angkutan umum antar daerah dimana rute Makassar-Luwu dipatok Rp 200 ribu.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.
Kemudian, Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.
Sementara Pertamax mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.
Imbas kenaikan harga bahan bakar mulai terasa di angkutan umum antar daerah.
Mala, sopir mobil angkutan daerah rute Makassar-Luwu membenarkan hal tersebut.
Sejak kenaikan harga BBM, tarif sekali jalan ia patok Rp 200 ribu untuk satu orang penumpang.
"Ia, sekarang sudah naik semua, sekarang Rp 200 ribu satu orang," katanya, Selasa (6/9/2022).
Saat ditemui di pencucian mobil di Jl Cendrawasih, Mala mengatakan kenaikan tarif ini sudah disepakati semua sopir angkutan daerah Makassar-Luwu.
"Iye, ini sudah kami sepakat semua, biar tidak ada oknum yang mengganggu harga," jelasnya.
Senada dengan Mala, Muadz juga mengatakan hal serupa.
Pasca kenaikan BBM, Sabtu (3/9/2022) lalu, ia menaikkan tarif jasa angkutannya.
"Sama saya, sudah naik Rp 200 juga," jelasnya.
Ditanya soal respon penumpang mengenai kenaikan tersebut, Muadz mengatakan masih banyak yang menginginkan tarif tersebut.
Namun menurut Muadz, tarif ini sudah sesuai dengan harga Solar di pasaran yakni, 6.800 per liter.
"Masih banyak yang minta turun, tapi ini sudah pas hitungannya. Apalagi kalau yang supir itu bukan punya mobil, kalau mobilnya orang na bawa, cuman 30 persen dari total penghasilan yang kita dapat," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, tarif angkutan Makassar-Luwu dikenakan biaya Rp 150 ribu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Terminal-Malengkeri-Selasa-592022bb.jpg)