Demo Tolak Kenaikan BBM

BBM Naik, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo Harap Pemerintah Segera Cairkan BLT

Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo berharap pemerintah pusat mempercepat Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat setelah harga BBM naik

Editor: Ari Maryadi
Tribun Timur
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar Rudianto Lallo. Politisi Nasdem itu berharap pemerintah pusat mempercepat Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat setelah harga BBM naik. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Noval Kurniawan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah mahasiswa di kota Makassar menggelar aksi unjuk rasa tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Senin-Selasa (5-6/9/2022).

Menanggapi aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa di kota Makassar, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Rudianto Lallo akhirnya angkat suara.

Ia mengatakan, sudah menjadi tugas pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat.

Terlebih menurutnya, isu yang dibawakan oleh para demonstran cukup berdampak pada ekonomi masyarakat menengah bawah sehingga perlu diantisipasi secepatnya.

"Bahwa di Sulawesi Selatan masih berlangsung sikap aspirasi dari kawan-kawan mahasiwa terkait dengan penolakan atas kenaikan BBM. Selama tidak melanggar hukum, saya rasa aspirasi bisa saja disampaikan secara elegan," katanya.

Legislator dari partai penguasa parlemen Makassar, Partai Nasdem ini menambahkan, agar sebaiknya pemerintah pusat mempercepat realisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang telah direncanakan sebelumnya.

Tujuannya, agar daya beli masyarakat di tengah masa transisi pandemi ini bisa terbantu.

"Saya dengar, pemerintah pusat akan menggelontarkan anggaran untuk pemberian BLT. Kalau itu ada, maka sebaiknya itu bisa dipercepat, supaya daya belanja masyarakat kita tetap terjaga," tambahnya.

Sebagai informasi, aksi unjuk rasa mahasiswa di kota Makassar digelar usai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan harga terbaru dari tiga jenis BBM.

Ketiga jenis BBM yang mengalami kenaikan harga itu di antaranya, Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Sementara Pertamax mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Sebagai gantinya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku telah menyiapkan anggaran Rp24,17 triliun untuk bantuan pengganti subsidi BBM.

Bantuan tersebut berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan Bantuan Sosial Pemda. (*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved