Harga BBM Naik

Sopir Angkot di Toraja Mulai Naikkan Tarif Angkutan, Dishub: Masih Akan Dirapatkan dengan DPRD

Sektor transportasi menjadi sektor yang terdampak paling cepat dengan adanya kenaikan harga BBM, yaitu naiknya tarif.

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Muh. Irham
Sopir Angkot di Toraja Mulai Naikkan Tarif Angkutan, Dishub: Masih Akan Dirapatkan dengan DPRD
Tribun Toraja/Kristiani Tandi Rani
Pegawai Dishub Tana Toraja, Suleman Dudung menjelaskan mengenai mekanisme kenaikan tarif angkutan kota, Senin (5/9/2022). Meski belum ada keterangan resmi dari pemerintah mengenai tarif angkutan kota, namun sopir angkutan di Toraja sudah menaikkan tarif

TORAJA, TRIBUN-TIMUR.COM - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) resmi dinaikkan, Sabtu (3/8/2022) lalu. 

Kenaikan harga BBM subsidi terjadi pada Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 ribu per liter dan solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter.

Sektor transportasi menjadi sektor yang terdampak paling cepat dengan adanya kenaikan harga BBM, yaitu naiknya tarif.

Mengenai hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tana Toraja, Suleman Dudung mengatakan mengenai kenaikan ongos kendaraan di Tana Toraja masih harus menunggu informasi resmi. 

"Nanti akan ada penyampaiannya, untuk sekarang belum ada penyampaian resminya," ujarnya.

Mengenai kenaikan ongkos kendaraan umum, Suleman mengatakan nantinya akan ada rapat khusus dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk membahas hal ini. 

"Pasti nanti akan ada dirapatkan dengan dewan mengenai tarif," tuturnya. 

Suleman Dudung menegaskan kepada sopir untuk penetapan harga boleh menaikkan harga lebih awal hanya tidak boleh memaksakan penumpang hingga ada tarif resmi. 

"Intinya itu saya sampaikan kepada sopir boleh dinaikkan lebih awal, hanya jangan dipaksakan. Jangan ada bentrok, bagaimana cara komunikasi dengan penumpang dan sopir," katanya pada Tribun Timur. 

Sampai sekarang belum ada tanggal pasti kapan harga tarif kendaraan angkutan umum akan ditetapkan. 

"Mengenai tanggal pastinya kita hanya menunggu dari pusat, nanti akan kita rapatkan baru ke dewan setelah itu baru ada informasi resmi," jelasnya saat ditemui di kantornya, Kamali Pentalluan, Kec. Makale, Kabupaten Tana Toraja. 

Sementara itu, beberapa sopir sudah menaikkan tarif meskipun belum ada pemberitahuan resmi dari Dishub. 

"Sudah naik harganya, karena harga BBM naik. Meskipun belum ada informasi resmi dari Dishub karena kita juga lihat situasi," ujar supir Rantepao, Andri ini. 

Sementara itu, penumpang Ester mengatakan dilema karena harga BBM naik sudah sepantasnya ongkos angkot juga ikut naik. 

"Nda bisa salahkan sopir juga, kan harga BBM naik otomatis semua barang naik terutama yang paling berdampak ya kendaraan umum," tuturnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved