Kadisdag Makassar: Harga Bahan Pokok Masih Normal
Belum ada kenaikan harga bahan pokok yang siginifikan satu hari pasca kenaikan BBM subsidi.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Arlin Ariesta menjawab keresahan masyarakat terkait kenaikan harga barang pasca kenaikan BBM Subsidi.
Kata Arlin, harga barang khususnya bahan pokok di Makassar masih normal.
Belum ada kenaikan harga bahan pokok yang siginifikan satu hari pasca kenaikan BBM subsidi.
Tim Pengendali Inflasi Darah (TPID) juga terus melaporkan perkembangan harga barang yang beredar di masyarakat.
PID diaktifkan untuk melalukan pemantauan harga bahan pangan dan pokok maupun bahan penting lainnya.
"TPID sudah rapat koordinasi bersama Mendagri untuk mengefektifkan pemantauan harga," ucap Arlin kepada Tribun-Timur.com, Minggu (4/9/2022).
Disamping itu, TPID juga dituntut melakukan komunikasi efektif untuk proses produksi maupun distribusi barang.
Setiap hari mereka menyetor laporannya di lapangan kepada inspektorat daerah menyangkut perkembangan harga barang.
"Sampai saat ini hasil pemantauan masih normal, ada yang naik ada yang tidak. Kita lihat kedepan bagaiman perkembangan kenaikan," katanya.
Arlin mengakui, proses harga ditentukan dari proses produksi maupun distribusi.
Distribusi termasuk didalamnya menggunakan bahan bakar sehingga mempengaruhi harga di tingkat konsumen.
Update terakhir terkait perkembangan harga kebutuhan pokok di Makassar per 31 Agustus, harga beras medium Rp8.900 per kg, beras premium Rp11.950.
Gula pasir Rp14.600 per kg, minyak goreng curah Rp14.300 per liter, minyak goreng premium Rp21.900 per liter.
Selanjutnya tepung terigu Rp10.400 per kg, daging sapi Rp124.500 per kg, daging ayam broiler Rp32.000 per kg, daging ayam kampung Rp83.000 per ekor.
Telur ayam broiler Rp54.700 per rak, telur ayam kampung Rp2.670 per butir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sii-t11111.jpg)