Irjen Fadil Imran & Mayjen Untung Susun Strategi Hadapi Demo Kenaikan BBM, Sudah Keluarkan Perintah
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto ikuti rapat kordinasi yang digelar di Aula Sudirman Kodam Jaya, Jakarta
TRIBUN-TIMUR.COM - Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kini mendapat perhatian Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.
Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya kini serius untuk mengdapi dampak dari isu kenaikan BBM seperti terjadinya unjuk rasa.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto ikuti rapat kordinasi yang digelar di Aula Sudirman Kodam Jaya, Jakarta Timur.
Rapat Koordinasi Pengamanan Antisipasi Unjuk Rasa (unras) Penyetaraan Harga BBM menjadi tajuk dalam rakor tersebut.
Dalam rakor ini, aparat keamanan membahas pengamanan di tengah masyarakat imbas efek kenaikan harga BBM.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran meminta semua jajaran untuk bahu-membahu mengamankan Ibu Kota paska adanya pengumuman kenaikan harga BBM dari pemerintah.
"Rapat koordinasi bertujuan kesiapan kita terhadap pengalihan subsisi BBM, kita sudah mengambil langkah-langkah baik preventif, sosialisasi, dan edukasi agar masyarakat paham,” ucap Fadil.
“Biar mereka tahu, yang tadinya subsidi digunakan untuk BBM, sekarang digunakan untuk bantalan sosial, ini sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat,"kata dia.
"Yang kedua, kita juga berkoordinasi mempersiapkan segala sesuatu, mana kala ada aspirasi yang ingin turun ke jalan kita akan menghadapinya dengan humanis," lanjutnya.
Oleh sebab itu, pihaknya bersama Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyusun cara bertindak dan strategi yang sangat humanis.
"Ini barangkali tujuan-tujuan kita, karena kami menganggap ini harus dikerjakan bersama-sama," kata dia.
Petugas SPBU sedang mengisi sepeda motor, konsumen BBM bersubsidi. (dok. Pertamina Patra Niaga)
Sementara itu, Untung mengatakan pihaknya siap bersama-sama melakukan pengamanan dengan pihak terkait.
"Dari Kodam sendiri didasarkan pada keadaan yang telah disampaikan Kapolda tadi, adanya kemungkinan penyesuaian atau pengalihan subsidi pemerintah menjadi bantalan sosial, tentu saja kita setiap saat mengantisipasi itu semuanya, membuat satu planning yang pertama untuk melaksanakan tindakan preventif," ucapnya.
"Kita melaksanakan sosialisasi yang akan dilaksanakan oleh seluruh sensor dari Kodam baik dari tingkat Koramil, Kodim maupun Korem untuk sosialisasi kenapa pemerintah akan mengambil tindakan ini, sehingga dia tahu akan berisiko dan apa yang dihadapi oleh masyarakat," lanjutnya.
"Kemudian, kita sendiri secara makro apabila terjadi beberapa masyarakat yang ingin menyampaikn aspirasi kita akan menjaga, mendukung Kapolda untuk memberikan keamanan kepada mereka agar aspirasi tersampaikan dengan baik," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kapolda-Metro-Jaya-Irjen-Fadil-Imran-dan-Pangdam-Jaya-Mayjen-Untung-Budiharto.jpg)