PMK

Hingga 31 Agustus 2022, 259 Hewan Ternak Positif PMK di Enrekang

Laporan Dinas Peternakan Kabupaten Enrekang mencatat, sudah 259 hewan ternak terjangkit virus mematikan ini.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
TribunEnrekang.com/Erlan Saputra 
Anggota Satgas PMK saat vaksinasi hewan ternak beberapa waktu lalu. Diketahui, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) makin menyebar. Laporan Dinas Peternakan Kabupaten Enrekang mencatat, sudah 259 hewan ternak terjangkit virus mematikan ini per 31 Agustus 2022.  

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) makin menyebar. 

Laporan Dinas Peternakan Kabupaten Enrekang mencatat, sudah 259 hewan ternak terjangkit virus mematikan ini.

Dari 259 ekor ternak terinfeksi PMK, terdapat 246 ekor sapi, 8 kerbau, dan 5 kambing.

Kasus ini jauh bertambah dibandingkan Sabtu (25/8/2022) yakni 216 ekor ternak.

Artinya dalam waktu sepekan ini hewan ternak dinyatakan terjangkit PMK bertambah jadi 43 ekor.

"Tiap hari kasus PMK bertambah karena memang PMK ini menjalar luas kemana-mana," ucap Kabid Kesehatan Peternakan dan Perikanan Enrekang, Andi Anhar, Kamis (1/9/2022). 

Ia mengatakan, meluasnya kasus tersebut sebab beberapa pihak kecamatan dan desa/kelurahan belum mengadakan sosialisasi bahkan pembentukan tim satgas.

"Sebelum zona hijau Enrekang, kami sudah membuat surat edaran ke pemerintah kelurahan/desa dan kecamatan untuk mengantisipasi kewaspadaan PMK," katanya.

Namun, menurutnya, masih ada pemerintah kecamatan yang tidak bentuk tim satgas.  Padahal bupati telah mengeluarkan imbauan.

"Ini baru beberapa kecamatan yang mersepon seperti Anggeraja, Curio, Buntu Batu, Malua, dan Masalle. Kalau kecamatan yang lain itu tidak menindaklanjuti," ungkapnya.

"Kami ini di dinas peternakan sangat kewalahan karena kami hanya pelaksana teknis penanganan dan pencegahan," sambungnya. 

Secara garis besar, lanjutnya, Satgas punya tanggung jawab besar terhadap kasus ini. Karena melibatkan beberapa elemen di dalamnya.

Sementara itu, Ketua Satgas PMK Enrekang, H Baba mengklaim, pihaknya telah melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat untuk mencegah penularan ini. 

"Jadi tim satgas itu ada empat bidang, ada pencegahan, penanganan, kedaruratan, kemudian bidang edukasi dan sosialisasi. Jadi itu semua kita sudah jalankan," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Enrekang ini menambahkan, semua desa/kelurahan dan kecamatan telah berupaya membentuk tim Satgas PMK. (*)

 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved