Harga BBM

Gerak Misi Bakal Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM

Jendral lapangan (Jendlap) Gerak Misi, Fahim mengtakan pihaknya menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM.

Tribun Gowa/Sayyid Zulfadli
Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi) saat unjuk rasa Jl Sultan Hasanuddin Kabupaten Gowa- Jl Sultan Alauddin Makassar Jumat (8/7/22) lalu. Mereka berencana kembali menggelar aksi menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM 

GOWA, TRIBUN-TIMUR.COM - Gerakan Rakyat dan Mahasiswa (Gerak Misi) bakal menggelar unjuk rasa tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Jendral lapangan (Jendlap) Gerak Misi, Fahim mengtakan pihaknya menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM.

Menurutnya, pihaknya akan menggelar unjuk rasa setelah melakukan konsolidasi terlebih dahulu.

"Jadi kami secara kelembagaan akan menginstruksikan kepada seluruh kader untuk melakukan konsolidasi besar besaran terkait dengan isu kenaikan BBM," ujarnya, Selasa (30/8/22)

Gerak Misi menilai kenaikan harga BBM sangat berdampak pada masyarakat.

Sebab, apabila BBM dinaikan oleh pemerintah, maka seluruh kebutuhan masyarakat akan naik juga.

"Maka dari pada itu angka kemiskinan juga akan meningkat. Oleh sebab itu kami menilai apa bila pemerintah Indonesia itu kemudian akan tetap menaikan BBM jenis subsidi  maka yakin dan percaya seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat akan  meneriakan dan melakukan gerakan secara masif terkait persoalan kenaikan BBM ini," katanya.

Fahim menyampaikan secara kelembagaan akan menggelar aksi unjuk rasa di perbatasan Gowa- Makassar.

Bahkan, di beberapa wilayah di Makassar.

"Kami secara lembaga akan menginstruksikan kepada seluruh kader untuk menggelar konsolidasi secara besar-besaran mulai dari internal kampus hingga dengan sektor eksternal kampus," kata Fahim.

"Dan kami juga mengecam Presiden Jokowi secara keras karna kami menilai Presiden tidak mampu memberikan kesejahteraan pada rakyatnya," sambungnya.

Untuk unjukrasa, pihaknya akan terlebih dahulu konsolidasi terkait kapan akan menggelar unjukrasa besar-besaran.

"Kalau tanggal atau hari apa akan aksi nanti kita sampaikan jika setelah hasil konsolidasi kami," pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved