Penyaklt Mulut dan Kuku

Barru Urutan ke-12 Zona Merah PMK, Kadis Pertanian Imbau Vaksinasi dan Stop Bawa Sapi Dari Luar

Ahmad juga menyampaikan bahwa di Barru sendiri saat ini telah ada belasan ekor sapi yang terkena PMK.

Penulis: Darullah | Editor: Muh. Irham
DARULLAH / TRIBUN TIMUR
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Pemkab Barru, Ahmad T. Ia menyebut saat ini ada belasan ekor sapi terkena PMK 

BARRU, TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Barru saat ini telah masuk urutan ke-12 zona merah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sulsel.

Tentunya para peternak sapi di Kabupaten Barru saat ini harus waspada terhadap wabah PMK.

Hal itu diungkapkan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Barru, Ahmad kepada TribunBarru.com, Selasa (30/8/2022).

Ahmad juga menyampaikan bahwa di Barru sendiri saat ini telah ada belasan ekor sapi yang terkena PMK.

Tentunya kondisi itu akan merugikan peternak sapi karna akan alami penurunan berat badan dan lainnya.

"Untuk mengantisipasi hal itu, kita minta seluruh sapi di Barru yang saat ini jumlahnya lebih dari 61 ribu wajib di vaksin," tegasnya.

Hingga saat ini, pihak Dinas Pertanian Barru telah menyiapkan 2 ribu dosis vaksin.

Namun hingga saat ini baru 800 ekor sapi yang sudah divaksin.

"Selain itu, untuk mencegah penularan PMK maka jangan bawa sapi dari luar Barru," katanya.

"Karna Barru saat ini telah masuk urutan 12 di zona merah," harapnya.

"Jadi tolong seluruh sapi yang kita miliki wajib divaksin," ujarnya.

PMK adalah penyakit infeksi virus (family Picornaviridae) yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku ganda atau belah (cloven-hoofed) seperti sapi, kerbau dan kambing.

PMK belakangan telah terkonfirmasi menjangkit di beberapa provinsi di Indonesia.

Termasuk di Sulsel, juga telah banyak Hewan ternak yang terinveksi PMK.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved