Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wakil Dekan FEB Unhas, Anas Iswanto Prediksi Dua Sektor Terkena Dampak Kenaikan BBM

Dr Anas Iswanto Anwar ingatkan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah untuk memiliki emergency found sebagai penanggulangan ketika inflasi naik.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Waode Nurmin
Tribun Timur
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, serta Kemitraan FEB Universitas Hasanuddin (Unhas), Anas Iswanto Anwar, saat dalam acara Ngobrol Virtual Tribun Timur, Jumat (26/8/2022). Ia berharap pemerintah 'Sense of Crisis' sebelum memutuskan untuk menaikkan harga BBM jenis Pertalite. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dari Rp7650 ribu ke Rp1000 rupiah masih terus dibicarakan.

Jagat dunia merespon isu ini dengan cepat.

Kebanyakan dari mereka, menentang kebijakan soal kenaikan harga pertalite tersebut.

Baca juga: Panglima Besar GAM Tegas Tolak Kenaikan Pertalite, Sebut Pengangguran di Indonesia Bisa Bertambah

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, serta Kemitraan FEB Universitas Hasanuddin, Dr Anas Iswanto Anwar SE MA mengatakan ada dua sektor penting yang akan terkena dampak.

Menurutnya, BBM selalu menjadi leading sector harga dari beberapa komiditi lain.

"Yang pasti, di sektor kuliner pasti akan terjadi. Terutama bahan makanan pokok kita. Kemudian dari sektor pengalaman selama ini, ketika BBM naik, maka pasti serentak hal-hal yang berkaitan dengan public transport juga akan naik," katanya dalam acara Ngobrol Virtual Tribun Timur, Jumat (27/8/2022).

Anas menambahkan, selama ini peran subsidi masih belum menyasar pengguna yang tepat.

Sehingga sebenarnya, sebelum menaikan harga Pertalite, Anas meminta pemerintah melakukan evaluasi internal.

"Kalau berbicara subsidi BBM, subsidi ini selalu tidak tepat. Karena, subsidi ini dinikmati oleh yang tidak berhak. Dinikmati oleh kelompok-kelompok menengah ke atas. Ini salah satu persoalan yang harus dicarikan solusinya," tambahnya.

Lanjut, Anas memberikan tips bagi masyarakat jika kebijakan ini benar-benar diteken oleh pemerintah.

Dirinya mengingatkan, masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah untuk memiliki emergency found sebagai penanggulangan ketika inflasi naik.

"Kembali lagi, untuk menengah kebawah, saya mengingatkan terkait emergency found atau dana darurat. Jadi sama, ketika terjadi seperti ini, kita harus memerhatikan dana tabungan untuk bisa dipakai di kondisi seperti ini. Kemudian pengurangan konsumsi, gunakan kendaraan dengan secukupnya," tutupnya.

 

Laporan Tribun-Timur Muh Sauki Maulana

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved