FBS UNM

FBS UNM Tawarkan Alumni Kerja di Australia, Prof Syukur Saud: Bagai Durian Runtuh

Pimpinan FBS baru saja menindaklanjuti hasil dari Penandatanganan MoU bersama dengan International Workhing Group Australia

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Ari Maryadi
Humas UNM
Pimpinan FBS menindaklanjuti hasil Penandatanganan MoU bersama dengan International Workhing Group Australia. Alumni kampus ungu dapat tawaran kerja ke negeri kanguru 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kabar gembira bagi alumni Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM). Pasalnya pimpinan FBS UNM baru saja menindaklanjuti hasil dari Penandatanganan MoU bersama dengan International Workhing Group Australia.

Hal itu diungkap oleh Dr Sahril selaku Ketua Panitia Halfday Workshop Working at Australia yang diselenggarakan di ruang rapat senat FBS, Jumat (26/8/2022).

"Hari ini kita sungguh sangat bahagia karena FBS mendapat kepercayaan untuk bekerjasama dengan pihak Australia dalam hal pemberdayaan alumni yang potensial untuk bekerja di Australia," kata Wakil Dekan bidang Akademik FBS itu.

Sementara itu, Dekan FBS Prof Syukur Saud menyambut baik kerjasama tersebut. Menurutnya, peluang ini bak durian runtuh. Sebab saat ini kampus dituntut untuk memperbaiki citra.

"Ini seperti mendapat durian runtuh. Saat ini, kita sedang mengembara untuk memotret kampus dalam indikator kinerja utama. Salah satunya, menjalin kerja sama internasional," katanya.

Nasaruddin Siradz dalam pertemuan tersebut membeberkan tentang tingginya standar gaji hingga 25 USD perjam.

Akan tetapi, untuk bisa bekerja di Australia,  mahasiswa harus benar-benar memiliki kompetensi bahasa internasional yang bagus.

Lebih lanjut, alumni yang lulus akan diberikan rekognisi selama 3 bulan. Peserta akan diminta untuk menyeimbangkan seluruh aspek bahasanya.

"Karena ada 8 jam kerja, jadi setiap hari bisa memeroleh 200 USD, kalau seminggu sampai 100 USD. Potensi gaji tersebut lebih besar dari negara-negara besar lainnya," terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, CEO International Working Group Australia, J Alan Gerungan berkesempatan berbicara tentang sejumlah peluang dan tantangan WNI yang bekerja di Australia. (*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved