Airlangga Hartarto Hadir di Munas I JAPNAS, Sebut Pemerintah Masih Terus Lanjutkan Program PEN
Airlangga Hartarto mengikuti Musyawarah Nasional I Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Tahun 2022, di Jakarta, Kamis (25/8/2022).
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengikuti Musyawarah Nasional I Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Tahun 2022, di Jakarta, Kamis (25/8/2022).
Kegiatan ini bertajuk “Bangkit, Bergerak dan Bersinergi Mewujudkan Raksasa Ekonomi Baru Menuju Indonesia Emas”.
Dihadiri pula oleh Anggota Dewan Pe).rtimbangan Presiden, Wakil Menteri Desa & PDTT, Wakil Menteri Pertanian, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin, dan Ketua Umum PP JAPNAS.
Membahas soal prospek ekonomi Indonesia yang semakin optimis kedepannya.
Dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang mencetak angka 5,44 persen (yoy) pada Kuartal II 2022.
Berkat Konsumsi dan Investasi, Pertumbuhan Ekonomi Nasional Cetak Angka 5,44 % di Kuartal II 2022
Kondisi tersebut dibantu lewat sisi konsumsi hingga investasi.
Untuk sisi konsumsi, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) dan penjualan ritel terus alami pertumbuhan.
Prospek permintaan juga alami peningkatan dan jadi insentif industri untuk meningkatkan produksi.
Peningkatan permintaan juga dapat dilihat dari Purchasing Manager’s Index (PMI).
Dimana terus berada di level ekspansif selama 11 bulan beruntun, dimana pada Juli 2022 tercatat hingga 51,3.
Inflasi Indonesia di saat yang sama relatif terkendali yakni sebanyak 4,94 % (yoy) pada Juli 2022.
Pada sektor eksternal ketahanan Indonesia, tetap terjaga dan semakin solid walaupun di tengah tekanan ketidakpastian global.
Hal ini dibuktikan dari Neraca Perdagangan Indonesia yang terus menghasilkan surplus selama 27 bulan berturut-turut.
Hingga Januari-Juli 2022, surplus Indonesia dapat mencapai USD29,1 miliar atau dua kali lipat surplus di periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian surplus perdagangan ini merupakan modal penting bagi terjaganya cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar Rupiah.
Kualitas pertumbuhan ekonomi juga diiringi meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat.
Hak ini dapat dibuktikan dari terus menurunnya tingkat kemiskinan yang sebelumnya mencapai 10,19 % di September 2020, menjadi 9,54 % di bulan Maret 2022.
Tingkat pengangguran juga alami penurunan dari 7,1 % di Agustus 2020, jadi 5,8 % di Februari 2022.
Menko Airlangga mengatakan bahwa pemerintah masih melanjutkan program PEN hingga Rp455,6 triliun.
“Pemerintah fokus pada penanganan kesehatan, pemberian bantuan sosial, dan dukung kegiatan usaha dengan siapkan strategi transisi aktivitas ekonomi dari pandemi ke endemi,” kata Menko Airlangga.
Sebagai bagian dukungan untuk dunia usaha tersebut, pemerintah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditarget hingga Rp373 triliun di tahun ini.
Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa potensinya bagi pengusaha untuk mendapatkan KUR masih besar.
“Ini juga bisa dipakai untuk sektor pertanian yang diberikan pagu Rp90 triliun, di tahun depan target KUR akan dinaikkan hingga Rp460 triliun,” jelas Menko Airlangga.
Pemerintah akan terus memastikan reformasi struktural berjalan dalam untuk membantu daya saing dan iklim berusaha di Indonesia.
Salah satunya lewat Undang-Undang Cipta Kerja, dan penerapan sistem layanan perizinan berusaha elektronik yang terintegrasi (OSS RBA).
Terkait dengan ketahanan pangan, neraca beras Indonesia juga terus mencatat surplus.
Di periode Januari-September 2022, produksi beras diperkirakan menyentuh angka 26,45 juta ton.
Sedangkan, konsumsi beras hingga 22,72 juta ton, dalam hal ini terdapat surplus hingga 3,73 ton.
Airlangga juga menyebutkan bahwa IRRI mengapresiasi Indonesia untuk swasembada beras.
Demi ketahanan pangan, Presiden membantu diversifikasi pangan, intensifikasi pertanian, dan pengembangan bibit-bibit Genetically Modified Organism (GMO).
“Dengan ketahanan pangan yang bagus, maka kita akan bisa konsentrasi di sektor energi pada masa depan,” tutur Menko Airlangga.
Momentum Presidensi G20 Indonesia 2022 menuju puncaknya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Negara G20 November 2022 mendatang tentunya dimanfaatkan dengan baik guna membantu pemulihan dan transformasi ekonomi.
Indonesia mendorong transparansi dan akuntabilitas, baik untuk sektor publik hingga swasta melalui Presidensi G20.
Kolaborasi yang kuat antara Pemerintah dan pengusaha diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi di depan mata.
Termasuk sinergi dengan Pemerintah Daerah yang dapat membantu pengembangan ekonomi regional, terkhusus mengakselerasi hilirisasi komoditas.
Pengusaha harus terus menghadirkan inovasi dalam bisnisnya, memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan big data, agar mampu tingkatkan daya saing usahanya dan tetap terdepan dalam dunia yang kompetitif ini.
Airlangga juga menjelaskan bahwa nilai digitalisasi Indonesia di 2022 adalah sekitar Rp20 miliar.
Dengan terus alami perkembangan hingga Rp125 miliar di 2025, serta Rp300 miliar di 2030.
“Kesempatan ini jangan dilepas, karena Indonesia merupakan pasar yang besar untuk dunia digital,” beber Menko Airlangga.
Menko Airlangga juga berharap melalui Munas I JAPNAS, pengusaha dapat berperan aktif memberikan iklim usaha kondusif.
Juga saling bekerja sama demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Semoga ajang ini juga dapat memberikan semangat kepada para pengusaha muda untuk mencapai hasil yang lebih baik di masa mendatang,” harap Menko Airlangga.(adv/rerifaabdurahman).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/airlangga-hartarto-mengikuti-musyawarah-nasional-i-jaringan-pengusaha-nasional-26082022.jpg)