Kementan

Tingkatkan Stok Pangan Nasional, Mentan SYL Sebut Akan Terus Adakan Berbagai Program Akselerasi

Mentan SYL mengikuti pembukaan pelatihan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku di Gowa, Sabtu (20/8/2022).

Editor: Content Writer
DOK KEMENTAN
Mentan SYL saat mengikuti pembukaan pelatihan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku di Gowa, Sabtu (20/8/2022). 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengikuti pembukaan pelatihan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku di Gowa, Sabtu (20/8/2022).

Pelatihan ini dilaksanakan secara off-line dan virtual dengan jumlah peserta sebanyak 9.492 orang.

Dengan jumlah 2.373 kelompok yang tersebar di 342 desa, 120 kecamatan, 18 kabupaten dan 6 provinsi lokasi Program READSI.

Mentan SYL mengatakan pada pembukaan pelatihan ini bahwa akan terus mengadakan berbagai program akselerasi yang bisa meningkatkan stok pangan nasional dan pendapatan rumah tangga petani.

Hal ini dilakukan untuk menghadapi tantangan krisis pangan dunia akibat cuaca ekstrim.

Salah satunya dengan pelatihan literasi keuangan bagi perwakilan rumah tangga petani dan pelatihan teknis bagi penyuluh dan bimbingan teknis Smart Farming dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani.

Mentan SYL mengucapkan bahwa saat ini kecukupan pangan merupakan prioritas, pasalnya terjadinya krisis pangan global dan di Indonesia telah dirasakan adanya kenaikan harga bahan pangan.

“Agar peluang ini dapat mendorong kesejahteraan petani, maka petani harus mampu mengelola dan merencanakan keuangan rumah tangga dan usaha tani saat ini maupun di masa mendatang," ucap Mentan SYL

SYL menyampaikan bahwa sektor pertanian adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan dikarenakan kesejahteraan masyarakat berasal dari pertanian.

Terbukti, satu-satunya sektor yang membantu perekonomian nasional akibat dampak pandemi covid 19 hanya sektor pertanian, dimana perekonomian dunia, termasuk Amerika mengalami kontraksi.

"Oleh karena itu, bagi Kementan program akselerasi seperti pelatihan literasi ini penting untuk membangun konsepsi perencanaan yang terstruk terukur, terprogram dan visible,” terang Mentan SYL.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk membangun cash flow ke depan karena berapa modal dan keuntungan terlihat.

"Pelatihan ini pun penting untuk membangun mindset baru, cara budidaya, perilaku petani yang lebih adaptif terhadap berbagai tantangan. Dengan begitu, usaha peningkatan produksi tidak terhambat," lanjut SYL.

Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini juga menyampaikan bahwa pelatihan ini memerlukan adanya agresivitas pembangunan pertanian.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved