Konflik Nelayan Bulukumba dengan Nelayan Bantaeng, Jalan Provinsi Diblokade

"nelayan dari Bantaeng ada yang dibusur, bahkan kapal nelayan kami ditabraki. Ada yang dibakar," kata warga, Aidil.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Nelayan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), memblokade jalan provinsi, di Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Sabtu (20/8/2022). 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Nelayan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), memblokade jalan provinsi, di Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Sabtu (20/8/2022).

Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Bulukumba-Makassar maupun sebaliknya tersendak.

Aksi solidaritas nelayan tersebut berlangsung sejak Pukul 10.00 hingga 14.45 Wita.

Rupanya yang memicu aksi tersebut karena kapal milik nelayan Bantaeng, diduga dirusak oleh nelayan Bulukumba.

Hal tersebut kemudian memancing kemarahan nelayan Bantaeng.

"nelayan dari Bantaeng ada yang dibusur, bahkan kapal kami ditabraki. Ada yang bahkan dibakar," kata warga, Aidil.

"Bukan pertama kami dikasi begini," sambungnya.

Tiga orang nelayan yang menjadi korban yakni Saso, Daeng Campa dan juga Accung.

Kasus pengerusakan itu terjadi Jumat (19/8/2022) malam, di perairan Bulukumba.

"Tadi malam dia rusaki. Jadi kita menuntut keadilan," tambahnya.

Akibat hal tersebut, mereka meminta ganti rugi sebesar Rp200 juta, karena dua kapal nelayan mengalami kerusakan parah.

Mereka juga menuntut proses hukum atas kejadian tersebut tetap berjalan.

Massa juga meminta Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf, untuk memberi peringatan kepada warganya agar tidak lagi seenaknya melakukan pengerusakan. (TribunBantaeng.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved