Stadion Mattoanging
Dua Kali Gagal Tender, Legislator Nasdem Pesimis Anggaran Stadion Mattoanging Terserap Optimal
Hingga Agustus 2022, anggaran senilai Rp 66 miliar untuk proyek Stadion Mattoanging belum terserap.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota Komisi E DPRD Sulsel Fraksi Partai Nasdem Ady Ansar pesimis terhadap pengerjaan proyek Stadion Mattoanging di tahun 2022 ini.
Hal itu disampaikan Ady menanggapi progres tender proyek Stadion Mattoanging yang sudah dua kali gagal tender.
Hingga Agustus 2022 ini, anggaran senilai Rp 66 miliar untuk proyek Stadion Mattoanging belum terserap.
"Saya pesimis tahun ini dilakukan, karena kita punya pengalaman, proyek Stadion Mattoaning ini fisik, beda kalau pengadaan tidak masalah. Kalau fisik harus pondasi, sementara November sudah musim hhujan, tipis kemungkinan," kata Ady saat dihubungi Tribun-Timur.com, Sabtu (13/8/2022).
Ketua Fraksi Nasdem itu mengusulkan anggaran Rp 66 miliar Stadion Mattoanging tahun 2022 ini sebaiknya dialihkan ke tahun 2023.
"Saya cenderung anggaran itu disetop saja, lalu dikasih ke tahun depan senilai Rp 250 miliar. Jadi tidak usah dulu dilanjutkan tender, perbaiki saja dulu perencanaan. Dokumen disiapkan dengan baik, nanti tahun depan dibangun," katanya.
Ady mengatakan telah mempertanyakan progres lelang ketiga ini kepada Pemprov Sulsel. Namun alasannya, lelang ketiga belum dilakukan karena ada dokumen belum lengkap.
"Menurut keterangan Pak Arsul Plt biro pengadaan barang dan jasa, ada dokumen dia minta belum lengkap, belum masuk. Sementara itu jadi syarat lelang. Bagaimana mau diserap atau tidak kalau lelang belum dilakukan. Belum ada pemenang. Bisakah kira-kira diserap, tidak mungkin," katanya.
Ady mengusulkan, proyek Stadion Mattoanging dianggarkan senilai Rp 250 miliar pada tahun 2023 mendatang.
Angka tersebut, katanya, diharapkan mampu menyelesaikan separuh dari proyek Stadion Mattoanging.
"Berdasarkan desain kan, total kebutuhan anggaran Rp400 M lebih. Sudahlah setengah saja dulu. Kita anggarakan Rp 250 miliar. Tidak apa-apa berakhir periodenya Pak Gub tahun depan, ada ji anggota dewan mengawal. Kami komitmen kawal," katanya.
Proyek pembangunan Stadion Mattoanging Andi Mattalatta segera memasuk proses tender untuk ketiga kalinya.
Tender ketiga dilakukan setelah dua tender sebelumnya gagal.
Sejauh ini, belum ada tayangan lelang tender Stadion Mattoanging dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Sejatinya Dinas Pemuda dan Olahrga Sulsel menjadwalkan lelang ketiga pada akhir Juni 2022. Kemudian Dispora menyampaikan mengundur ke pekan kedua Juli 2022.
Namun hingga Rabu 22 Juli 2022 belum ada terlihat di LPSE.
Kepala Biro Barang dan Jasa (Barjas) Provinsi Sulsel Asrul Sani beralasan dokumen tender belum diterima dari Dispora Sulsel.
"Belum ada dokumennya di sini. Masih persiapan di sana (Dispora)," kata Asrul kepada wartawan Rabu (20/7/2022).
Menurutnya, dokumen tender nantinya akan dimasukkan dengan metode review sesuai metode. Dispora akan mengirim dokumen secara daring ke Biro Barjas.
Nilai paket yang dikirim di atas Rp 10 miliar. Hal ini merujuk pada aturan KPK. Selanjutnya otomatis masuk ke Inspektorat dalam rangka review Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
"Nah akan otomatis dikirim kembali ke Biro Barjas setelah masuk review HPS untuk review Pokja," katanya.
Ia melanjutkan kondisi tersebut dapat berjalan paralel atau beringin untuk efesiensi waktu, yaitu direview di Inspektorat dan di Barjas.
Jika telah rampung semua, dan memerlukan perbaikan, Biro barang dan jasa akan mengembalikan kepada OPD terkait.
"Jadi langsung terproses karena saat ini semua dilakukan dengan aplikasi. Kemungkinan ini (Dispora) memperbaiki RUP-nya, jadi sementara mi," katanya.
Lelang tender Stadion Mattoangin ini untuk ketiga kalinya. Dua tender sebelumnya gagal.
Dispora meyakini 99 persen lelang ketiga akan berhasil. Asalnnya tidak lagi memakai metode Desain and Build.
Kepala Bidang Humas Pemprov Sulsel, Sultan Rakib mengatakan Dinas Pemuda Olahraga sudah mengajukan dokumen itu sejak Jumat 15 Juli 2020.
"Dispora sudah masukkan dokumennya via daring hari Jumat," kata Sultan.
Ditanya mengapa dokumen belum masuk ke Biro Barang dan Jara, ia beralasan dikarenakan gangguan jaringan.
Alasannya, dokumen yang diunggah Dispora filnya sangat besar. Disebutkan 500 lembar, sehingga cukup sulit terunggah ke sistem.
"Jadi masih loading sistem jaringan LKPP. Begitu informasi terakhir," katanya.
Ia melanjutkan, lelang kali ketiga ini punya beberapa perbaikan, perbukan disebutkan signifikan.
Sebelumnya anggaran mencapai Rp 66,6 milliar, kini meningkat Rp 124 miliar. Hal itu merujuk pada hasil konsultasi LKPP.
Peningkatan itu dihitung dari anggaran 2023. Jumlahnya disebutkan mencapai Rp 60 milliar. Rencana akan dikerjakan bertahap hingga 2023.
Selanjutnya, kebutuhan anggaran disebutkan turun jadi Rp 414 milliar, turun dari sebelumnya Rp 480 milliar.
Paket pengerjaan nantinya menganulir pembangunan lapangan lengkap dengan rumput, lintasan atletik (ring merah), kursi pemain (Bench Player), dan tribune barat sepanjang 15 meter. Termasuk perparkiran dan penerangannya di luar stadion.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ketua-Fraksi-Nasdem-di-DPRD-Sulsel-Ady-Ansarc.jpg)