Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilu 2024

Rekrut 175 Kader DP3, KPU Enrekang Optimis Hadapi Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Enrekang gencar sosialisasi program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) di tujuh desa di Kabupaten Enrekang.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
KPU ENREKANG
KPU Enrekang melahirkan sebanyak 175 anggota DP3 persiapan pemilu 2024, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumat (12/8/2022). Program DP3 ini sudah berjalan sejak tahun 2021 lalu hingga 2022 ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Enrekang gencar sosialisasi program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) di tujuh desa di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (12/8/2022).

Program DP3 ini sudah berjalan sejak tahun 2021 lalu hingga 2022 ini.

Ketua KPU Enrekang, Haslipa mengatakan, realisasi program DP3 ini untuk menyukseskan Pemilu 2024 nanti.

KPU Enrekang telah melahirkan kader DP3.

Diantaranya, Desa Cemba, Desa Pasui, Desa Kolai, Desa Tungka, Desa Kadingeh, Desa Pasang dan Desa Mekkala.

Masing-masing desa memiliki 25 kader sehingga totalnya sebanyak 175 orang.

"Kader DP3 kiranya aktif melakukan pencerahan kepada masyarakat terkait agenda dan tahapan Pemilu 2024 yang sementara berjalan. Bapak dan Ibu selaku kader DP3 adalah perpanjangan tangan bagi KPU Enrekang dalam melakukan sosialisasi kepemiluan di desa," kata Haslipa saat penutupan pembekalan kader DP3 di Desa Mekkala, Kecamatan Curio, Rabu (10/8/2022).

Hal sama disampaikan Kordiv Sosialisasi, Pendidikan Pilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Muhammad Yunus.

Ia mengatakan, program DP3 ini mempermudah tugas-tugas KPU dalam melaksanakan semua tahapan pemilihan.

Dia berharap, kader DP3 bisa terlibat sebagai Penyelenggara Adhoc pada Pemilu 2024 nanti.

"Jaga integritas dan jangan berafiliasi dengan Partai Politik ataupun menjadi Tim Sukses Pasangan Calon karena penyelenggara Pemilu harus netral dan independen," kata Yunus.

Forum Pembekalan Kader DP3 disajikan beragam materi kepada peserta.

Seperti materi esensi demokrasi dan partisipasi pemilih, pendidikan pemilih, tahapan Pemilu, teknik komunikasi publik, larangan money politic, pencegahan berita hoax hingga bahayanya kampanye SARA. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved