Unibos

Unibos Tarik Mahasiswa KKN Angkatan 52 di Pangkep dan Barru

Sebanyak 90 mahasiswa KKN angkatan 52 Universitas Bosowa kini telah kembali ke kampus.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
Unibos
Penarikan Mahasiswa KKN Unibos di lapangan Desa Tabo-Tabo Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (11/8/2022). Sebanyak 90 mahasiswa Unibos telah kembali ke kampus. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah melaksanakan seluruh program kerja, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 52 Universitas Bosowa (Unibos) di Kabupaten Barru dan Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan resmi ditarik.

Sebanyak 90 mahasiswa Unibos telah kembali ke kampus. Seremoni penarikan dilakukan di dua tempat berbeda.

Yakni di lapangan Desa Tabo-Tabo Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep dan Kantor Desa Balusu, Kecamatan Ballusu, Kabupaten Barru.

Vice Rector Resource and Development Seri Suriani dan Directorate of Innovation and Community Development Syahrul Syariman turun langsung menjemput mahasiswanya.

Syahrul Syariman menghanturkan apresiasi kepada warga setempat sebab telah menerima kehadiran mahasiswa melakukan pengabdian.

"Terima kasih telah bersinergi dan menerima mahasiswa KKN kami, semoga kedepannya akan kembali ada KKN tematik dalam rangka untuk mengembangkan wisata-wisata yang berada di desa," ujar Syahrul Syariman, Kamis (11/8/2022). 

Selama menjalani KKN, mahasiswa Unibos fokus pada pengembangan wisata.

Seluruh mahasiswa ditantang meramu lokasi wisata agar menarik pengunjung.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari memperindah lokasi, merawat kebersihan hingga melakukan promosi.

Selama satu bulan lebih, mahasiswa Unibos berada di tengah masyarakat.

Mereka berbaur dan mencoba memecah masalah yang terjadi sesuai dengan bidang studinya.

Kepala Desa Tabo-tabo Hairil Anwar menyebut peran mahasiswa Unibos cukup signifikan.

Sumbangsih ide dan gagasannya menjadi landasan program-program desa.

"Selama mengabdi banyak program-program yang terlaksana dan mengembangkan desa. Mahasiswa telah banyak memberikan sumbangsih pemikiran," jelasnya.

"Saya berharap besar Desa Tabo-Tabo bisa menjadi desa binaan Universitas Bosowa" tutunya.

Usai KKN ini, Unibos masih terus berkomitmen membangun desa-desa wisata potensial.

Tentunya, pelaksanaan KKN gelombang berikutnya akan kembali menyasar wilayah-wilayah potensial.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved