Pelajar di Jeneponto Diusir dari Kampungnya Karena Tindakan Pidana Asusila

AKBP Andi Erma Suryono mengatakan bahwa terduga pelaku yang masih berstatus pelajar sudah ditetapkan tersangka.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Kapolres Jeneponto, AKBP Andi Erma Suryono dalam jumpa pers kasus pelajar sebagai tersankga kasus tindakan asusila Selasa (9/8/2022) 

TRIBUNJENEPONTO.COM - Polres Jeneponto tetapkan tersangka kasus dugaan tindakan asusila di Kecamatan Bontoramba.

Diketahui korban berinisial M (7) yang masih duduk dibangku kelas 2 SD.

Sedangkan terduga pelaku berinial A (17) yang juga masih berstatus pelajar.

Kapolres Jeneponto, AKBP Andi Erma Suryono mengatakan bahwa terduga pelaku sudah ditetapkan tersangka.

Pelaku dikenakan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun.

"Pasal yang digunakan, pasal 81 ayat 2 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," ujarnya, Selasa (9/8/2022)

Peristiwa tindakan asusila ini terjadi pada tanggal 1 Agustus 2022 lalu.

Atas kejadian ini rumah terduga pelaku dibongkar atau diusir dari kampung korban.

Rumah pelaku dan korban sangat berdekatan (bertetangga).

Bahkan korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga.

"Ada hubungan keluarga tapi jauh," ungkapnya.

Hukum adat yang dikenakan kepada pelaku bahwa pelaku tidak diperbolehkan masuk di wilayah korban.

"Kalau pelaku sudah tidak bisa masuk sampai kapanpun, keluarganya bisa," bebernya.

Saat ini pelaku sudah diamankan dan sementara menjalani proses hukuman di Mapolres Jeneponto.

 

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto Rakib

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved