Pabrik Padi

Bulog Akan Bangun Pabrik Penggilingan Padi di Pinrang, Anggota DPRD: Akan Bunuh Pengusaha Kecil

Rencana pembangunan pabrik penggilingan padi oleh Bulog di Kabupaten Pinrang dinilai harus dipikirkan ulang.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Muh. Irham
Tribun Piinrang/nining Anggraeni
Ketua Komisi II DPRD Pinrang, Andi Pallawagau Kerrang(kanan) dalam rapat konsultasi Banggar dengan komisi- komisi DPRD Pinrang di ruang rapat paripurna, Senin (8/8/2022). 

PINRANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Rencana pembangunan pabrik penggilingan padi oleh Bulog di Kabupaten Pinrang dinilai harus dipikirkan ulang.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi II DPRD Pinrang, Andi Pallawagau Kerrang pada rapat konsultasi Banggar dengan komisi- komisi DPRD di ruang rapat paripurna, Senin (8/8/2022). 

Dia mengatakan rencana Bulog membangun pabrik penggilingan padi di Pinrang yang kapasitasnya terbesar di Indonesia Timur itu tentu akan berdampak membunuh pengusaha-pengusaha padi di Pinrang.

"Di mana  kapasitasnya rata-rata lebih kecil, sehingga hal ini perlu dipikirkan kembali," katanya.

Seharusnya, kata dia, yang perlu dipikirkan Bulog adalah gudang-gudangnya yang saat ini masih penuh.

Sementara panen raya di Pinrang sebentar lagi akan berlangsung.

"Kalau gudang-gudang Bulog ini masih penuh hingga panen raya tiba, tentu akan mempengaruhi harga gabah. Bukan memikirkan pembangunan pabrik raksasa,” ungkap legislator PKB tersebut.  

Sebelumnya, Rice Miling Plant (RMP) rencananya akan dibangun di Kabupaten Pinrang.

Hal itu dikatakan Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita, Rabu (3/8/2022).

Febby mengatakan RMP modern yang akan dibangun diharapkan mampu membantu para petani Pinrang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved