PT GMTD Tbk
Tanjung Bunga Kota Mandiri Dulu, Kini, dan, Nanti
Kawasan Tanjung Bunga Makassar yang saat ini terlihat megah, cantik dan menyejukkan pandangan, tentu tidak berdiri begitu saja.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kawasan Tanjung Bunga Makassar yang saat ini terlihat megah, cantik dan menyejukkan pandangan, tentu tidak berdiri begitu saja.
Melainkan, dia ibarat menempuh perjalanan panjang yang berliku-liku dan penuh rintangan.
Kurang lebih dua dekade sebelumnya, Tanjung Bunga Makassar adalah kawasan yang tidak bernilai.
Dia diselimuti rawa-rawa, empang, dan hutan rambat. Bagai kawasan terisolir, sehingga tidak memiliki akses yang memadai.
Masyarakat sekitarpun seperti hidup di pedalaman hutan dan jauh dari kemajuan.
Mereka kesulitan dalam berbagai hal, seperti beraktivitas ke jantung kota Makassar.
Apabila anak-anak ingin bersekolah ke Kota Makassar, maka mereka mesti menyeberangi sungai Jeneberang.
Satu-satunya transportasi memadai kala itu adalah menaiki katinting.
Namun, takdir menghampiri mereka. Melalui Gowa Makassar Tourism Development Corporation (GMTDC), kawasan tak bernilai itu disulap menjadi kota mandiri, layak huni, dan berkemajuan.
GMTDC adalah pengembang yang lahir dari perkawinan antara korporasi dan pemerintah pada tahun 1991.
GMTDC terus melakukan pembangunan Jalan Metro Tanjung Bunga sepanjang enam kilometer pada tahun 1997.
GMTDC mengubah dirinya menjadi PT GMTD Tbk pada tahun 1998.
Dia ibarat ulat bulu menjadi kupu-kupu indah, PT GMTD Tbk terbang bebas menebar keindahan di kawasan Tanjung Bunga. Dia mengembangkan kawasan kurang lebih 1000 hektare dengan beragam terobosan hingga saat ini.
Associate Director PT GMTD Tbk, Eka Firman menuturkan tentang komitmen PT GMTD dalam menggencarkan pembangunan hunian dengan fasilitas penunjang di Kawasan Tanjung Bunga dari tahun 1998.
“Setelah berubah menjadi PT GMTD, kami langsung mengeksekusi pembangunan cluster pertama, yaitu Taman Toraja dan Taman Losari pada tahun 1998. Agar layak huni, maka kami menyediakan beragam fasilitas. Apalagi saat itu, tidak banyak pengembang yang menawarkan hunian dengan beragam fasilitas,” katanya.
Eka sapaannya menambahkan, tujuan pembangunan adalah menjadikan Tanjung Bunga sebagai Kota Percontohan di Masa Depan.
“Kami memiliki visi, yaitu membangun model percontohan bagi sebuah kota masa depan," kata Eka Firman.
"Untuk mencapainya, tentu tak mudah. GMTD menciptakan komunitas yang lebih baik melalui pengembangan kota layak huni dan berkelanjutan untuk menjadi perusahaan pengembang perumahan yang paling kompetitif,” Eka menambahkan.
Melalui visi dan misi itu, PT GMTD Tbk terus menghadirkan produk-produk inovatif, aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kota Mandiri
Salah satu upaya PT GMTD Tbk menjadikan Tanjung Bunga sebagai Kota Mandiri adalah mengubahnya menjadi ruang strategis, bahkan bebas akses ke mana pun.
Jika dahulu jarak waktu tempuh dari kawasan Tanjung Bunga ke jantung kota Makassar berkisar puluhan menit.
Saat ini, masyarakat hanya membutuhkan lima menit untuk sampai ke Icon Makassar, seperti Pantai Losari.
Sementara untuk ke Pelabuhan maupun ke Jalan Tol, jarak waktu tempuh hanya kurang lebih 10 menit.
Selain itu, berbagai fasilitas telah hadir, diantaranya, Rumah Sakit Siloam Makassar, Sekolah Dian Harapan, Mal TSM Makassar, Mal Phinisi Point, Hotel The Rinra, Hotel Gammara, Upperhills, Pantai Akkarena, GTC, Masjid, Gereja, Pusat kuliner, dan masih banyak lagi hal penunjang kota mandiri lainnya.
Salah satu penghuni kawasan Tanjung bunga, Anthony Susanto, mengungkapkan kegembiraannya selama bermukim di kawasan itu sejak empat tahun lalu.
“Kami sangat senang bermukim di Tanjung Bunga karena tenang dan jauh dari arus kemacetan lalu lintas dan kemacetan. Selain itu, kami merasa terbantu dengan fasilitas yang dihadirkan oleh PT GMTD, seperti tempat makan, rekreasi, bahkan perbaikan jalan,” ungkapnya.
Warga Cluster Mediteranean Raya ini berharap, Tanjung Bunga semakin berkembang ke depannya.
“Kami berharap agar Tanjung Bunga dapat terus berkembang dan berinovasi menjadikannya sebagai kota mandiri. Kalau bisa sampai menjadi kota percontohan di seluruh Indonesia,” harapnya.
Tak hanya itu, demi mewujudkan kota mandiri di masa depan, PT GMTD Tbk pun menghadirkan rumah yang sesuai kebutuhan masa kini, seperti konsep smart home.
Bentuk nyata dari konsep itu adalah berdirinya cluster terbaru, Marshmallow Residence.
Public Relation PT GMTD Tbk, Nataziah, menerangkan, konsep hunian dan area komersil di Kawasan Tanjung Bunga, pasti akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masa depan.
“Ke depannya, kami akan terus menghadirkan hunian maupun area komersil yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tetunya akan semakin banyak gebrakan dan inovasi baru yang akan dihadirkan,” terangnya.
PT GMTD Tbk memang tak pernah kehabisan ide. Bahkan setiap tahun terobosan-terobosannya selalu terbarukan dan menggiurkan masyarakat.
Bahkan, PT GMTD Tbk akan melaunching produk terbarunya di akhir tahun 2022.
Nataziah mengatakan, bahwa PT GMTD Tbk akan fokus membangun dengan mengedapankan keberlanjutan dari segala aspek.
“Fokus pembangunan kami dengan mengedepankan segala aspek keberlanjutan. Apalagi fokus kami saat ini adalah menempatkan wacana lingkungan di tiap proses bisnis PT GMTD,” katanya.
Hal itu juga menarik perhatian investor untuk berbondong-bondong ke Tanjung Bunga. Tentunya, menjadi satu keuntungan tersendiri bagi pemilik maupun calon pemilik hunian di kawasan Tanjung Bunga.
Kota Masa Depan untuk Semua Kalangan
Sebagaimana kepanjangan namanya, PT GMTD Tbk tidak hanya mengembangkan inovasinya di Makassar. Sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa pun telah disulap olehnya menjadi hunian nyaman dan aman.
Hingga saat ini, PT GMTD Tbk telah memiliki kurang lebih 80 produk dengan total hunian berkisar 8000 hunian di antara Makassar dan Gowa.
Nataziah memaparkan, harga rumah yang ditawarkan oleh PT GMTD Tbk tidak hanya menyentuh kalangan menengah ke atas, tetapi juga menengah ke bawah pun ada.
“Harga yang ditawarkan bahkan ada di bawah Rp 200 jutaan hingga miliaran. Itupun disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat. Hal ini tentu sejalan dengan tujuan awal kita dalam membangun Tanjung Bunga agar semua masyarakat dapat menikmatinya” paparnya.
Bahkan, hingga di HUT-ke 24 yang jatuh pada 7 Agustus 2022 mendatang, PT GMTD Tbk telah berhasil menjadikan Tanjung Bunga menjadi kawasan ekslusif dan ramah untuk semua kalangan.
Ia menambahkan, sinergitas PT GMTD Tbk dengan pemerintah adalah poin utama pembangunan Tanjung Bunga.
“Sinergitas PT GMTD Tbk dengan pemerintah Kabupaten Gowa, Makassar, maupun Sulawesi Selatan (Sulsel) ini tentu menjadi ujung tombak dari pembangunan Tanjung Bunga sebagai kota mandiri ini di masa depan,” tutupnya. (TRIBUN TIMUR/SUKMAWATI IBRAHIM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rolling-hills-040888.jpg)