Opini Hasnan Sutadi
Televisi Bukan Hanya untuk Anak
Ujung-ujungnya sajian sinetron yang menjadi konsumsi satu keluarga, ditambah persoalan minimnya tayangan edukasi.
Oleh: Hasnan Sutadi
Relawan Educare Majene dan Ketua FLP Ranting Unhas 2020-2021
TRIBUN-TIMUR.COM - Sebagaimana tulisan Nurhaliza Amir berjudul “Hari Anak: Beri Tontonan yang Punya Tuntunan” pada Sabtu (23/07/2022) menjelaskan bahwa sangat penting bagi orang tua dalam membimbing dan memilah tontonan yang baik.
Sayangya, harapan tersebut justru sulit terjadi di lapangan. Bukan karena persoalan kesadaran orang tua, tapi lebih ke persoalan teknis.
Misal, waktu pulang sekolah anak-anak adalah waktu bekerja orang tua. Dan waktu malam, orang tua lebih ingin mencari waktu istirahat dengan mencari tontonan sesuai seleranya. Sehingga sangat sulit bagi anak mendapat perhatian dari orang tuanya.
Ujung-ujungnya sajian sinetron yang menjadi konsumsi satu keluarga, ditambah persoalan minimnya tayangan edukasi.
Di lain sisi, pola komunikasi keluarga Asia –termasuk Indonesia– yang sangat minim interaksi dua arah.
Membuat sangat sulit mengharapkan adanya jalinan yang baik antara orang tua dan anak.
Belum lagi tidak meratanya akses pengetahuan parenting bagi keluarga Indonesia yang dapat disebabkan oleh kondisi sosial, geografi, dan ekonomi.
Lagi-lagi persoalannya adalah tidak ada yang membentuk kesadaran orang tua untuk memahami apa yang diterima (read:
tontonan) anaknya.
Refleksi Pandemi
Sejak pandemi muncul dan menyetop segala kegiatan, setiap elemen masyarakat mulai kelabakan tak terkecuali di sektor pendidikan.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah. Mulai dari rekomendasi untuk melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR), melalui daring, hingga menyediakan jadwal tayangan edukasi melalui TVRI.
Pandemi menjadi refleksi besar-besaran bagaimana kondisi masyarakat kita. Mengasumsikan bahwa dengan pandemi orang tua akan memiliki prime time yang lebih lalu mengandalkan orang tua untuk mendidik keluarganya tidak bisa menjadi air dari dahaga persoalan ini.
Banyak orang tua bahkan setiap anggota keluarga tidak siap untuk mendidik, bisa jadi karena kurang pengetahuan atau tidak tidak pandai dalam menyalurkan ilmu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/logo-tribun-timur-1-2102021.jpg)