Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tamu Tribun Timur

Deputi Litbang BKKBN Kunjungan ke Tribun Timur Bahas Stunting di Indonesia

Prof Muhammad Rizal Martua datang didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ritamariani.

Tayang:
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/WAHYUDDIN
Foto bersama Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof Muhammad Rizal Martua Damanik (tengah) dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ritamariani (kedua kiri) bersama Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur Ronald Ngantung (kedua kanan) di kantor Tribun Timur, Rabu (27/7/2022).     

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof Muhammad Rizal Martua Damanik berkunjung ke kantor Tribun Timur, Rabu (27/7/2022).

Prof Muhammad Rizal Martua datang didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ritamariani.

Mereka disambut di ruang redaksi lantai 2 oleh Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur Ronald Ngantung.

Kunjungan Deputi Litbang BKKBN ke kantor Tribun Timur untuk bersilaturahmi sekaligus membahas tentang angka stunting di Indonesia.

Kepada Ronald Ngantung, Prof Muhammad Rizal Martua Damanik menjelaskan tentang tingginya angka stunting di Indonesia.

Ia juga menyampaikan bahwa BKKBN diberi mandat oleh Presiden Jokowi untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Sebab, hingga saat ini, kata dia, stunting di Indonesia masih cukup serius.

Persoalan stunting ini cukup serius. Tingkat ekuivalensi kita 27,7 persen pada tahun 2019," katanya.

Ini artinya jika 100 bayi lahir, 27 terlahir dengan stunting," tambahnya.

Padahal, lanjut dia, badan kesehatan dunia telah memberikan batas maksimal sebuah negara untuk angka ekuivalensi stunting yakni 20 persen.

Oleh karena itu, sejak 2019, ia terus berusaha untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

Dalam rentang tiga tahun terakhir, pihaknya hanya mampu menurunkan 3,4 persen.

Angkanya kita turunkan menjadi 24,4 persen," katanya.

Ia juga menyampaikan target Presiden Jokowi hingga akhir tahun 2024 yaitu menurun ke angka 14 persen.

"Dalam waktu 2,5 tahun kedepan, kita harus bekerja keras menurunkan angka stunting sebesar 5 persen pertahun," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved