Bank Sampah
PLN UPK Punagaya dan Mall Sampah Sosialisasi Pentingnya Bank Sampah
Kegiatan ini bekerja sama dengan PT PLN (Persero), Mall Sampah, dan Pemerintah Desa Bontoloe.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Muh. Irham
TAKALAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 30 warga Desa Bontoloe Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan mengikuti sosialisasi bank sampah, Jumat (15/7/22).
Kegiatan ini bekerja sama dengan PT PLN (Persero), Mall Sampah, dan Pemerintah Desa Bontoloe.
Sosialisasi dibuka langsung oleh Manager UPK Punagaya, Yunan Kurniawan.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kontinuitas bahan baku cofiring PLTU.
Tujuan lainnya, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan perekonomian masyarakat.
"Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kontinuitas bahan baku cofiring PLTU, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Dikatakan, kebutuhan stock bonggol jagung juga berguna. Manfaatnya guna mencapai tujuan dari target pemerintah dan perusahaan sebesar 5 persen penggunaan energi baru
Serta dapat menaikan kesejahteraan masyarakat Bontoloe.
Sosialisasi ini dirangkaikan dengan diskusi. Diskusinya tentang pengelolaan bank sampah.
Pemaparannya disampaikan Head Of Recycling Recycling Ecosystem PT Mallsampah Indonesia, Ahmad Marzuki Muhlis.
Menurut dia, ada 3 R dalam pengelolaan sampah. Yakni Reduce, Reuse, Recycle.
Reduce sendiri memiliki arti mengurangi sampah.
Kemudian, Reuse yaitu langkah atau tahap kedua adalah Reuse yang berarti menggunakan kembali.
Tahap ini mengajak untuk menggunakan kembali produk yang sudah terpakai. Dengan menggunakannya kembali maka sampah yang timbul dari produk-produk tersebut dapat berkurang
Ketiga, Recycle adalah tahap terakhir dari konsep 3R adalah Recycle yang berarti mendaur ulang.