Peringati Dua Tahun Bencana Banjir Bandang, Bupati Luwu Utara dan Masyarakat Gelar Zikir Bersama

Indah mendorong segenap pihak khususnya pemerintah desa bersama masyarakat agar mendukung program pembentukan Desa Tanggap Bencana

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani zikir bersama memperingati dua tahun bencana banjir bandang, di Liku Bala, Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Rabu (13/7/2022) siang 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - 13 Juli 2022, tepat dua tahun terjadinya musibah banjir bandang yang menelan korban jiwa dan kerugian materil masyarakat Luwu Utara.

Memperingati kejadian tersebut, masyarakat Desa Radda dan Meli menggelar zikir dan doa bersama, dipusatkan di Liku Bala, Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Rabu (13/7/2022) siang.

Tidak hanya masyarakat, Bupati Luwu Utara, Indah Putri indriani juga hadir pada kegiatan tersebut.

Indah mengatakan pada dasarnya kita tidak boleh melupakan sejarah.

"Peristiwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita tentu saja jarang untuk segera kita lupakan, mari menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran,"

"Termasuk kejadian banjir bandang yang terjadi beberapa tahun lalu,"

"Hal ini mendorong kita dan mengingatkan betapa pentingnya upaya mitigasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa potensi bencananya sangat besar," kata Indah.

Untuk itu, Indah mendorong segenap pihak khususnya pemerintah desa bersama masyarakat agar mendukung program pembentukan Desa Tanggap Bencana maupun Kampung Siaga Bencana.

"Penting untuk selalu aktif mengedukasi, membentuk desa tanggap bencana Sebab yang paling pertama dan paling mungkin untuk menyelamatkan diri kita saat terjadi bencana adalah diri sendiri,"

"Bencana pada dasarnya tidak bisa kita cegah, tapi risikonya bisa kita minimalkan dengan membangun kesiapsiagaan dimulai dari kelompok/komunitas masyarakat di desa," katanya.

Indah juga mengapresiasi seluruh elemen yang terus membantu hingga masa recovery pasca bencana.

Termasuk yayasan cakra abipraya yang tetap hadir bahkan menjadi prakarsa pada kegiatan hari ini.

"Mari menjadikan kegiatan zikir dan doa bersama yang kita lakukan hari sebagai spirit bangkitnya kehidupan kita bukan untuk terkungkung dalam kesedihan, tapi untuk menguatkan satu sama lain,"ucapnya

"Tidak kalah pentingnya, mari kita doakan keluarga kita yang terdampak,"

"Termasuk 38 orang yang meninggal dunia dan 8 orang yang tercatat belum ditemukan hingga saat ini agar husnul khatimah" tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved