Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ribuan Jamaah Salat Iduladha Penuhi Pelataran Unismuh Makassar

Setidaknya ada tiga hal yang menjadikan hari ini istimewa sebut Abbas Baco Miro.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Waode Nurmin
Tribun-Timur.com/Ari Maryadi
Anggota DPR RI Komisi IX Ashabul Kahfi Djamal duduk berdampingan Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse di pelataran Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar Jalan Sultan Hasanuddin Makassar Sabtu (9/7/2022). 

Direktur Tonasa Rahmat Nur. Sekretaris KAHMI Sulsel Hidayat Muallim.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Makassar Awang Dermawan.

Dekan FKIP Unismuh Makassar Erwin Akib, dan sivitas akademika Unismuh Makassar.

Ketua PERADI Makassar, Jamil Misbach.

Khutbah sekaligus imam salat Id dibawakan Dr KH Abbd Baco Miro Lc, MA, Sekretaris Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang juga adalah Direktur Pendidikan Ulama Tarjih (PUT) Unismuh
Sulsel sekaligus bertindak Imam salat Id.

Abbas Baco Miro dalam khutbahnya mengatakan, hari raya Iduladha adalah mementum yang memiliki keistimewaan dibanding dengan hari- hari lain.

Setidaknya ada tiga hal yang menjadikan hari ini istimewa sebut Abbas Baco Miro.

Pertama, pelaksanaan salat id itu sendiri, kedua, pelaksanaan ibadah penyembelihan hewan kurban dan ketiga adalah keteladanan sosok bapak para Nabi yang mulia, Ibrahim alaihissalam.

Nabi Ibrahim As, ketika ditetapkan sebagai nabi dengan gelar kemuliaan Khalilullah. Gelar ini tidak ditempuh dengan mudah tetapi melalui usaha dan perjuangan keras khususnya dalam memahami dan mengamalkan agamanya.

Nabi Ibrahim ketika telah merasakan dekat dengan Allah dengan memahami agama dengan benar, beliau pun mengajak keluarga dan kaumnya untuk dapat merasakan dan memahami yang sama.

Khalilullah Ibrahim AS, telah memberi keteladanan kepada kita dalam melahirkan dan membentuk generasi gemilang dan berkemajuan.

Iduladha telah mengisahkan kisah tentang sebuah keluarga mulia yang diabadikan oleh Allah Azza wa Jalla untuk peradaban manusia.

Kisah keluarga Ibrahim 'alaihissalam itu, Allah Ta'ala ingin menunjukkan kepada kita betapa pentingnya posisi keluarga dalam membangun sebuah peradaban yang besar.

"Sebuah masyarakat tidak akan bisa menjadi bahagai dan sejahtera jika masyarakat itu gagal dalam membangun keluarga-keluarga kecil yang ada didalamnya,"ujar ustadz Abbas Baco Miro.

Dikatakan salah satu unsur terpenting dalam keluarga itu adalah anak. Dalam kisah keluarga Ibrahim 'alaihissalam, sang anak itu "diperankan" oleh sosok Ismail 'alaihissalam.

Ismail sosok anak sepanjang zaman yang kemudian diangkat menjadi seorang nabi oleh Allah Azza wa Jalla.

Bahkan luar biasanya sebut Abbas Baco Miro bahwa momelalui keturunan Ismail 'alaihissalam, inilah lahir sosok nabi dan rasul paling mulai sepanjang sejarah manusia bahkan alam semesta, yaitu Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.(cr2)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved