Kementan

Kementan Dorong Penggunaan Biosaka karena Punya Banyak Kelebihan

Penggunaan bahan-bahan alami dalam budidaya pertanian terus disosialisasikan Kementerian Pertanian atau Kementan RI.

Editor: Edi Sumardi
DOK KEMENTAN RI
Daun jagung yang menghijau. Kementan mendorong penggunaan biosaka dalam pertanian guna memacu pertumbuhan dan produksi tanaman. Biosaka berbahan dedaunan dan air. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penggunaan bahan-bahan alami dalam budidaya pertanian terus disosialisasikan Kementerian Pertanian atau Kementan RI.

Ini bertujuan memacu pertumbuhan dan produksi tanaman.

Salah satu upaya dilakukan adalah Bimbingan Teknsi (Bimtek) Hybrid Propaktani tentang Biosaka yang digelar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan bekerjasama dengan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Jawa Barat, Jumat (8/7/2022).

Demikian siaran pers Kementan kepada Tribun-Timur.com.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan pada Kementan, Takdir Mulyadi mengapresiasi penemuan biosaka.

Menurut dia, hal seperti ini selain bisa mengurangi biaya-biaya produksi pertanian ini, juga bisa menambah ilmu dan keterampilan khususnya bagi petani.

Biosaka memiliki beberapa kelebihan.

Pertama, efektivitas kinerja yang baik, dimana reaksi biosaka dapat dilihat dalam waktu 24 jam setelah aplikasi.

"Kedua, dapat digunakan pada seluruh fase tanaman, mulai dari benih sampai panen. Ketiga, proses produksinya pun sangat cepat karena tidak menggunakan metode fermentasi yang biasanya memakan waktu paling cepat 1 minggu," kata Takdir dalam Bimtek tersebut.

Menurutnya, cara penggunaan biosaka pun mudah dan penggunaan dosis yang sangat sedikit.

Cukup 40 ml dicampur 15 liter air untuk satu kali penyemprotan.

"Takaran ini untuk luasan 1.000m2, atau 400 ml untuk 1 hektar tanaman padi,” kata Takdir.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar ITB, Prof Robert Manurung menyebutkan pihaknya sudah melakukan penelitian terkait teknik biosaka.

Menurutnya, biosaka bukanlah pupuk, melainkan elisitor yang mengandung senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi dan akumulasi fitoaleksin, meningkatkan aktivasi dan ekspresi gen yang terkait dengan biosintesis metabolisme sekunder.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved