Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kuliah Umum di Monash University, Danny Pomanto Ditanya Tentang Stadion dan Aparong

sebelum membawakan kuliah umum di Monash University, Danny Pomanto diskusi dengan beberapa direktur dan manager Program RISE

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
Courtesy: Maqbul Halim/Konsultan Wali Kota Makassar
Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyampaikan kuliah umum di Monash University, Australia, Kamis (7/7/2022). Danny Pomanto menjelaskan strateginya sebagai arsitek membangun Kota Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyampaikan kuliah umum di hadapan mahasiswa program PhD di Monash University, Melbourne, Australia, Kamis (7/7/2022).

Dihubungi via WhatsApp, setelah kuliah umum Wali Kota Makassar di Monash University, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mohammad Roem, yang turut mendampingi Danny Pomanto, mengatakan, Danny Pomanto mulai menyampaikan kuliah umum sekitar pukul 15.00 waktu setempat dan berakhir pada sekitar pukul 16.45.

Kuliah umum dipandu Prof Diego Ramirez.

Danny Pomanto mengawal presentase dalam Bahasa Inggris dengan menyebut tiga persamaan kota di seluruh dunia.

Yakni, every city has many issue (semua kota punya banyak isu), every government has a limited era (semua pemerintahan punya waktu terbatas), dan every mayor has many haters and followers (semua wali kota punya banyak haters dan pengikut).

Lalu Danny Pomanto mengurai cara dia membangun Makassar. Yakni dengan lebih cepat (faster), lebih kuat (stronger), lebih baik (better), dan adaptif.

Kemudian Danny Pomanto jelaskan lima posisi strategis Makassar di Indonesia dan dunia.

Pertama, hanya 76 menit dari Bali dan 45 menit dari Nusantara yang akan menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru Indonesia.

Kedua, Makassar sebagai center point of Indonesia, pusar Indonesia atau titik tengah Indonesia.

Ketiga, kota terbesar di Kawasan Timur Indonesia.

Keempat, memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Kelima, kota kelahiran banyak pemimpin Indonesia. “Seperti Pak Jusuf Kalla dan Pak BJ Habibie,” kata Danny Pomanto.

Menurut Danny Pomanto, Makassar sudah menjadi kota besar sejak tahun 1641, bersama Jerman, Portugis, India, Melayu, Inggris, dan Spanyol.

“70 tahun sebelum penemuan Benua Australia oleh James Cook pada tahun 1770, pelaut Makassar sudah berkolaborasi dengan suku Aborigin di Australia,” jelas Danny Pomanto.

Dia juga menjelaskan tentang perjuangan Daeng Parani dan 5 Bersaudara di Singapura dan Malaysia tahun 1772,  Daeng Mangalle di Kerajaam Siam tahun 1664, Syekh Yusuf Al Makassary di Afrika Selatan tahun 1684, Louis Pierre De  Maccassar Daeng Ruru di Prancis tahun 1687, dan Louis Dauphin De Macassar Daeng Tulolo di Prancis tahun 1687.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved