Piala Presiden 2022
Profil Thoriq Alkatiri & Kontroversinya, Wasit FIFA yang Pimpin Laga Borneo FC vs PSM Makassar
Thoriq Alkatiri pada partai terakhir 8 besar Piala Presiden 2022 Borneo FC vs PSM Makassar dipercaya sebagai wasit utama
TRIBUN-TIMUR.COM - Nama Thoriq Alkatiri menjadi sorotan pada laga babak 8 besar Piala Presiden 2022 antara Borneo FC vs PSM Makassar.
Thoriq Alkatiri pada partai terakhir 8 besar Piala Presiden 2022 Borneo FC vs PSM Makassar dipercaya sebagai wasit utama.
Sepanjang 90 menit memimpin laga Borneo FC vs PSM Makassar di Piala Presiden 2022 sejumlah pihak menyayangkan berbagai keputusan dari Thoriq Alkatiri.
Laga Borneo FC vs PSM Makassar di 8 besar Piala Presiden 2022 berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (3/7/2022) malam.
Borneo FC pada laga tersebut berhasil meraih kemenangan atas PSM Makassar dengan skor 2-1.
Baca juga: Kritikan Keras Bernardo Tavares ke Panpel Piala Presiden 2022 Usai Laga Borneo FC vs PSM Makassar
Baca juga: Kalah dari Borneo FC, Pelatih PSM Bernardo Tavares Sebut Sepak Bola Indonesia Butuh VAR
Borneo FC pun berhak melaju ke semifinal Piala Presiden 2022 sementara PSM Makassar dipastikan menyudahi perjalanannya di turnamen pramusim itu.
Terlepas dari hasil yang diraih, wasit yang memimpin laga yakni Thoriq Alkatiri mengundang kritikan dalam kapasitasnya memimpin laga.
Di laga Borneo FC vs PSM Makassar sejumlah keputusan yang dianggap salah diambil Thoriq Alkatiri.
Pertama yakni terakit gol kedua Borneo FC ke gawang PSM Makassar.
Pelatih PSM Makassar menyebut jika gol tersebut harusnya dianulir lantaran sudah dalam posisi offside.
Pelatih berpaspor Portugal ini menilai, Indonesia memiliki sepak bola fantastis, suporter fantastis dan pemain fantastis.
Namun, sepak bola Indonesia butuh asisten wasit video atau VAR untuk tingkatkan kualitas sepakbola.
Saat wasit mengambil keputusan, terkadang keputusan asistennya tidak sama dengan keputusan diambil.
"Kalau memang negeri ini (Indonesia) ingin meningkatkan kualitas sepak bola, sepak bola di sini butuh VAR," tegas Tavares.
Seperti disampaikan saat pre match press conference, Tavares ingin lawan satu tim ketika bertemu Borneo.
Namun kenyataannya, timnya seperti melawan dua tim.
"Seperti saya sampaikan kemarin ketika pre match, bahwa saya ingin melawan satu tim, tapi hari ini kita lawan dua tim," ucapnya.
Keputusan lainnya yang dibuat yang dianggap keliru juga menyangkut benturan-benturan keras di laga tersebut namun Thoriq Alkatiri tetap melanjutkan laga tanpa adanya pelanggaran.
Terakhir yakni tambahan waktu di babak kedua yang hanya empat menit.
Padahal pada babak kedua tetap diberlakukan cooling break yang memakan waktu tiga menit ditambah lagi sering terjadi laga dihentikan akibat adanya pemain yang berjatuhan.
Kontroversi Thoriq Alkatiri di AFC
Wasit asal Indonesia, Thoriq Alkatiri, membuat keputusan yang menuai perdebatan saat memimpin laga Piala AFC 2019,
Thoriq Alkatiri dipercaya untuk memimpin laga Piala AFC 2019 antara Qadsia SC melawan Malkiya Club di Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad, Kuwait, Senin (1/4/2019) malam.
Laga tersebut menjadi debut Thoriq memimpin pertandingan di ajang Piala AFC. Sayangnya, debut Thoriq di Piala AFC tak berjalan mulus.
Pasalnya, Thoriq dinilai membuat keputusan kontroversial pada pertandingan lanjutan Grup C Piala AFC 2019 itu.
Perdebatan terjadi setelah wasit berusia 30 tahun itu menunjuk titik putih untuk Qadsia FC pada menit ke-70.
Keputusan memberi penalti diambil oleh Thoriq setelah striker Qadsia, Bader Al-Mutawa, dilanggar oleh Ahmed Muslem di sisik kiri pertahanan Malkiya.
Yang menjadi perdebatan adalah tekel yang dilancarkan oleh Muslem sepintas terjadi dari luar kotak penalti sementara Thoriq memutuskan menunjuk titik putih.
Pemain Malkiya pun lantas melakukan protes karena menganggap keputusan Thoriq salah.
Meski diprotes keras, wasit berlisensi FIFA itu tak mengubah keputusannya dan tetap memberi penalti kepada tim tuan rumah.
Yousef Al-Nasir yang mengeksekusi penalti tersebut pun berhasil mengkonversi penalti dengan sempurna sehingga Qadsia berhasil menyamakan kedudukan.
Malkiya Club sendiri tetap pulang dengan kepala tegak kendati keunggulan mereka sirna berkat penalti kontroversial itu.
Gol kedua Sayed Hashim dua menit berselang membuat wakil Bahrain mengunci tiga poin dengan menang 2-1 atas Qadsia FC.
Kritikan Ismed Sofyan
Pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan, tidak puas dengan kepemimpinan wasit Thoriq Alkatiri saat pertandingan kontra Kalteng Putra pada babak delapan besar Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019).
Ismed Sofyan heran ketika Thoriq Alkatiri mengesahkan gol penyerang Kalteng Putra, Patrich Wanggai.
Menurut Ismed Sofyan, gol yang dicetak Patrich Wanggai tidak sah.
Sebab, Patrich Wanggai mencetak gol menggunakan tangannya ke gawang Persija Jakarta yang dijaga Shahar Ginanjar.
Ismed Sofyan sempat melakukan protes keras kepada Thoriq Alkatiri seusai Patrich Wanggai mencetak gol.
Bahkan, dari gestur tubuhnya, Ismed Sofyan mengajak rekan-rekannya untuk tidak melanjutkan pertandingan terlebih dahulu.
Diskusi Persija Jakarta di pinggir lapangan berjalan sebentar.
Persija Jakarta akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pertandingan meskipun terlihat masih ada rasa kecewa terhadap Thoriq Alkatiri.
"Kepemimpinan wasit sangat berpengaruh untuk kesuksesan pertandingan," kata Ismed Sofyan saat berbicara dengan BolaSport.com.
"Masa pakai tangan disahkan, sekarang coba lihat di siaran ulang, dia bisa lihat kan," ucap kapten Persija Jakarta itu.
Ismed Sofyan terheran-heran kenapa Thoriq Alkatiri masih belum bisa memimpin jalannya pertandingan dengan baik.
Padahal, wasit asal Purwakarta, Jawa Barat, itu berlisensi AFC, bahkan FIFA.
"Katanya wasit terbaik di AFC, tetapi kualitasnya seperti itu," kata Ismed Sofyan.(*)
Baca berita terbaru dan menarik lainnya dari Tribun-Timur.com via Google News atau Google Berita