Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Kritikan Keras Bernardo Tavares ke Panpel Piala Presiden 2022 Usai Laga Borneo FC vs PSM Makassar

Borneo FC vs PSM Makassar yang merupakan partai terakhir babak 8 besar Piala Presiden 2022 berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (3/6/2022)

Editor: Alfian
MO PSM
Bernardo Tavares saat di Stadion Batakan, Balikpapan. PSM Makassar akan melawan Borneo FC di Piala Presiden, Minggu (2/7/2022). Pelatih PSM Makasssar ini melontarkan kritikan keras di laga 8 besar Piala Presiden 2022 yang berakhir dengan kemenangan Borneo FC 2-1. 

 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares melontarkan kritikannya pada laga Borneo FC vs PSM Makassar di babak 8 besar Piala Presiden 2022.

Laga Borneo FC vs PSM Makassar yang merupakan partai terakhir babak 8 besar Piala Presiden 2022 berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (3/6/2022) malam.

Stadion Segiri dipilih sebagai venue babak 8 besar Piala Presiden 2022 lantaran Borneo FC berstatus sebagai juara grup sedangkan PSM Makassar runner up.

Piala Presiden 2022 memang memberikan kesempatan kepada juara grup sebagai tuan rumah dengan sistem single match.

Pertandingan Borneo FC vs PSM Makassar ini berakhir dengan kemenangan Pesut Etam 2-1.

Baca juga: Berikut Jadwal Semi Final Piala Presiden Setelah PSM Makassar Tersingkir, PSIS vs Arema Laga Perdana

Baca juga: Kalah dari Borneo FC, Pelatih PSM Bernardo Tavares Sebut Sepak Bola Indonesia Butuh VAR

Sepanjang laga Borneo FC vs PSM Makassar berlangsung cukup keras dengan hadirnya sejumlah insiden yang disertai protes.

Protes paling banyak dilontarkan skuad PSM Makassar atas jalannya laga.

Salah satunya Bernardo Tavares menilai, setelah Borneo cetak gol kedua, pertandingan serasa terhenti. Bola susah ditemukan di stadion.

Bahkan, ia berpikir untuk mendatangkan bola dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Setelah gol kedua dari Borneo sepertinya game telah terhenti. Kenapa saya katakan game terhenti, karena bola susah  sekali ditemukan di stadion. Tidak ada bola, saya hampir berpikir kita harus ambil bola dari Makassar setelah gol kedua Borneo,” keluhnya saat konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih  berkebangsaan Portugal ini mengatakan, ball boy tidak pegang bola. Cuma ada satu bola terlihat, yang digunakan dalam lapangan.

Timnya pun dirugikan, sebab saat bola keluar beberapa detik waktu terbuang percuma.

“Ball boy tidak pegang bola, cuma ada satu bola kelihatan, yang ada di pertandingan. Jadi saat bola out,  kita harus kehilangan beberapa detik setelah itu,” terang Tavares.

Pelatih berlisensi UEFA Pro ini pun membandingkan sepak bola Indonesia dengan Bahrain.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved