Piala Presiden 2022
Profil Thoriq Alkatiri & Kontroversinya, Wasit FIFA yang Pimpin Laga Borneo FC vs PSM Makassar
Thoriq Alkatiri pada partai terakhir 8 besar Piala Presiden 2022 Borneo FC vs PSM Makassar dipercaya sebagai wasit utama
Namun kenyataannya, timnya seperti melawan dua tim.
"Seperti saya sampaikan kemarin ketika pre match, bahwa saya ingin melawan satu tim, tapi hari ini kita lawan dua tim," ucapnya.
Keputusan lainnya yang dibuat yang dianggap keliru juga menyangkut benturan-benturan keras di laga tersebut namun Thoriq Alkatiri tetap melanjutkan laga tanpa adanya pelanggaran.
Terakhir yakni tambahan waktu di babak kedua yang hanya empat menit.
Padahal pada babak kedua tetap diberlakukan cooling break yang memakan waktu tiga menit ditambah lagi sering terjadi laga dihentikan akibat adanya pemain yang berjatuhan.
Kontroversi Thoriq Alkatiri di AFC
Wasit asal Indonesia, Thoriq Alkatiri, membuat keputusan yang menuai perdebatan saat memimpin laga Piala AFC 2019,
Thoriq Alkatiri dipercaya untuk memimpin laga Piala AFC 2019 antara Qadsia SC melawan Malkiya Club di Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad, Kuwait, Senin (1/4/2019) malam.
Laga tersebut menjadi debut Thoriq memimpin pertandingan di ajang Piala AFC. Sayangnya, debut Thoriq di Piala AFC tak berjalan mulus.
Pasalnya, Thoriq dinilai membuat keputusan kontroversial pada pertandingan lanjutan Grup C Piala AFC 2019 itu.
Perdebatan terjadi setelah wasit berusia 30 tahun itu menunjuk titik putih untuk Qadsia FC pada menit ke-70.
Keputusan memberi penalti diambil oleh Thoriq setelah striker Qadsia, Bader Al-Mutawa, dilanggar oleh Ahmed Muslem di sisik kiri pertahanan Malkiya.
Yang menjadi perdebatan adalah tekel yang dilancarkan oleh Muslem sepintas terjadi dari luar kotak penalti sementara Thoriq memutuskan menunjuk titik putih.
Pemain Malkiya pun lantas melakukan protes karena menganggap keputusan Thoriq salah.
Meski diprotes keras, wasit berlisensi FIFA itu tak mengubah keputusannya dan tetap memberi penalti kepada tim tuan rumah.