Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rusia vs Ukraina

Video: Pasukan Rusia Makin Berkuasa, Pabrik Gelatin Lisichansk Dibakar

Spesialis dari kelompok RCBZashchita "tvazhnye" Angkatan Bersenjata Rusia dengan bantuan sistem penyembur api berat TOS-1A.

Penulis: Desi T Aswan | Editor: Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM- ️Pasukan Rusia nampaknya belum bisa istirahat dengan tenang. 

Serangan terus dilakukan bahkan kini memborbardir wilayah pabrik Lisichansk.  

Dalam rekaman video di akun Telegram, Sabtu (2/7/2022) Pasukan Rusia menyerang area pabrik gelatin Lisichansk, Sievierodonetsk.  

Spesialis dari kelompok RCBZashchita "tvazhnye" Angkatan Bersenjata Rusia dengan bantuan sistem penyembur api berat TOS-1A "Solntsepek" membakar militan Ukraina dari pabrik gelatin Lisichansk.

Bandera menyebar bak semut nampak dari udara, tetapi UAV Orlan mendeteksi tempat berlindung mereka. 

Baca juga: Pertahankan Wilayah Donetsk, Sayap Kanan Rusia Gunakan Artileri Manual Serang Musuh

Baca juga: Video: Pasukan Ukraina Gali Tanah Buat Parit, Dihubungkan dengan Rumah Warga Sipil 

Baca juga: Video: Artileri Rusia Hancurkan Nasionalis Ukraina

Serangan pun dilakukan menghabisi bangunan-bangunan dan titik tempat persembunyian.

Untuk diketahui, Militer Rusia telah menguasai kilang minyak Lisichanck selama 3 hari dan telah memukul mundur 120 tentara Ukraina hingga gugur, Jumat (1/7/2022).

Laporan Kementerian Pertahanan Federasi Rusia menyebutkan, angkatan bersenjata Federasi melakukan serangan sukses di daerah Lisichansk.

Dimana selama tiga hari terakhir, kilang minyak Lisichansk, tambang Matrosskaya, pabrik Gelatin, dan pemukiman Topolevka telah dikuasai.

Pasukan Sekutu langsung kabur ke Lisichansk hingga Tentara Ukraina di daerah ini menderita. Alami kerugian besar dan kehilangan lebih dari 190 orang gugur dalam sehari.

Kegagalan Angkatan Bersenjata Ukraina di medan perang, memicu peningkatan jumlah desertir dan mereka yang menghindari partisipasi dalam permusuhan.

Ada penarikan unit individu Angkatan Bersenjata Ukraina yang tidak terorganisir dari Lisichansk.

Ukraina dengan dengan segala cara menyembunyikan fakta kekurangan staf unit hingga tidak lebih dari 20 persen personel kekuatan reguler tetap bertugas.

Tonton videonya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved