Lewat Pelatihan TIK, Telkom Indonesia Asa Kemampuan 27 Kaum Disabilitas Makassar
Untuk menyukseskan kegiatan ini, Yayasan Pendidikan Telkom bekerjasama dengan Dinas Sosial, serta Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM - PT Telkom Indonesia/Community Development Center (CDC) dan Yayasan Pendidikan Telkom menggelar program pelatihan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap penyandang disabilitas tingkat nasional di sejumlah SMK Telkom kabupaten/kota, di SMK Telkom jalan Pettarani Makassar, Senin (27/6/2022).
Untuk menyukseskan kegiatan ini, Yayasan Pendidikan Telkom bekerjasama dengan Dinas Sosial, serta Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).
Tercatat 27 peserta yang merupakan kaum disabilitas tuna netra, tuna rungu dan penyandang lintas kusta.
Panitia Bidang Dokumentasi dan Humas, Sandi Ardiansyah mengatakan, pelatihan digitalisasi ini digelar selama 4 hari.
Ia menjelaskan, pelatihan TIK bagi kaum disabilitas ini sebagai wujud kepedulian sosial, agar pengetahuan tentang teknologi informasi dan komunikasi bisa dimanfaatkan semua kalangan.
“Ada tiga materi pokok dalam pelatihan ini diantaranya, digital marketing, landing page, content creator dan materi TIK lainnya, ” ujar Sandi.
Ditambahkannya, PT Telkom Indonesia bersinergi dengan Yayasan Pendidikan Telkom menginisiasi pelatihan Tik terhadap kaum disabilitas sesuai dengan pengembangan program pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas (UU No 8 tahun 2018 pasal 1) menyebutkan, kesamaan kesempatan merupakan keadaan yang memberikan peluang dan/menyediakan akses kepada penyandang disabilitas untuk menyalurkan potensi dalam segala aspek penyelenggaraan negara dan masyarakat.
“Yang memberikan materi pelatihan Tik untuk kaum disabilitas adalah para guru dari SMK Telkom kota Makassar, ” kata Sandi
Sementara itu salah seorang panitia, Eki menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan inisiatif dari PT Telkom Indonesia guna memberikan kesempatan kepada kaum disabilitas agar bisa ikut bersaing memahami Tekhnologi informasi dan komunikasi sebagai bekal untuk mendapatkan pekerjaan.
“Sebab kondisi saat ini hampir semua pekerjaan menggunakan IT, ” Eki menambahkan.(*)