Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aksi RT RW

Eks Ketua RT/RW di Makassar Bakal Aksi Besar-besaran, Tuntutannya

Eks Ketua RT/RW di Kota Makassar merencanakan turun aksi menuntut pelaksanaan Pemilu Raya Ketua RT/RW.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Aliansi Eks Ketua RT/RW
Seruan aksi eks Ketua RT/RW di Makassar. Eks Ketua RT/RW di Kota Makassar merencanakan turun aksi menuntut pelaksanaan Pemilu Raya Ketua RT/RW di dua titik, yakni di Kantor Balai Kota Makassar, Jl Ahmad Yani dan Kantor DPRD Makassar, Jl AP Pettarani, Selasa (28/6/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Eks Ketua RT/RW di Kota Makassar merencanakan turun aksi menuntut pelaksanaan Pemilu Raya Ketua RT/RW.

Rencana aksi dilakukan di dua titik, yakni di Kantor Balai Kota Makassar, Jl Ahmad Yani dan Kantor DPRD Makassar, Jl AP Pettarani.

Aksi tersebut akan dilangsungkan, Selasa (28/6/2022).

Ketua Aliansi Eks RT/RW, Anchi mengatakan, 1.000 massa bakal turun aksi mendesak Pemkot Makassar melaksanakan pemilihan ketua RT/RW.

"Kami turun menuntut pelaksanaan Pemilu Raya RT/ RW agar segera dilakukan," ucapnya kepada Tribun-Timur.com, Minggu (26/6/2022).

Bahkan ia mengancam tak akan berhenti aksi jika tidak ada respon dari Pemkot terkait pelaksanaan Pemilu Raya.

"Tidak ada alasan untuk menunggu di anggarkan di perubahan," tegasnya.

Selain itu, atas nama Aliansi Pj RT/RW Anchy mengaku, telah melayangkan somasi kepada 15 camat di Kota Makassar

Somasi tersebut merupakan bentuk protes eks RT/RW terkait insentif mereka pada bulan Maret diberikan kepada Pj RT/RW baru menjabat.

"Minggu lalu kita sudah layangkan somasi kepada camat terkait insentif di bulan Maret, karena waktu itu kami masih menjabat," ungkapnya.

Diketahui, pada 12 Maret 2022 lalu, Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengangkat Pj RT/RW menggantikan Ketua RT/RW yang akan habis masa jabatannya pada waktu itu.

Namun, Ketua RT/RW yang diturunkan melayangkan protes karena menganggap pengangkatan Pj RT/RW tak sesuai mekanisme.

Usai pengangkatan tersebut, mereka terus mendesak Pemkot dan DPRD Makassar melaksanan Pemilu Raya.

Namun hingga saat ini, Pemilu Raya belum dilakukan.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyampaikan, Pemilu Raya belum bisa digelar karena terkendala Peraturan Wali Kota

Pemilu raya juga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena tidak ada anggaran dalam APBD 2022.

Rencananya, anggaran tersebut akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2022.

"Kalau sudah selesai Perwali dan sudah ada anggarannya kita laksanakan," ujar Danny Pomanto (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved