Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nelayan Hilang

Cuaca Buruk, Pencarian Nelayan Pencari Kepiting di SIbulue Dihentikan

Korban tenggelam di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihentikan sementara.

Tayang:
Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Muh. Irham
GRAFIS TRIBUN TIMUR/LILY
Ilustrasi Tenggelam 

Bone, Tribun - Korban tenggelam di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihentikan sementara.

Hal ini disampaikan oleh Camat Sibulue, Andi Zainal Wahyudi.

"Pencarian dihentikan meningat suasana tidak kondusif," katanya, Senin (13/6/2022).

Menurut Andi Zainal Wahyudi tim Gabungan akan melanjutkan pencarian besok 14 Juni 2022.

Diberitakan sebelumnya, dua nelayan di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikabarkan tenggelam, Senin (13/6/2022).

Camat Sibulue Andi Zainal Wahyudi menyebut, saksi mata menemukan perahu korban mengapung dan hanyut di laut.

"Saksi melihat perahu korban sekitar pukul 06.00 Wita pagi," katanya.

Ia mengatakan, perahu tidak dijangkar dan hanyut terbawa arus. 

Menurutnya wilayah Bone di pesisir memang sedang terjadi cuaca buruk dan agin kencang.

"Saksi melaporkan peristiwa ini kepada pemerintah setempat," tutur Wahyudi.

Satu korban tenggelam telah ditemukan tim SAR gabungan.

"Telah ditemukan satu korban tenggelam," kata Andi Zainal Wahyudi.

Dua korban merupakan bapak dan anak yang dikabarkan hilang.

Korban bernama Baharuddin (38) dan anaknya bernama Revan (10).

Saat ini Revan (10) telah ditemukan selamat dengan kondisi tubuh lemas.

"Sekarang dirawat di Puskesmas Sibulue," kata Andi Zainal Wahyudi.

Hanya saja Baharuddin (38) belum ditemukan. 

Bapak dan anak ini merupakan warga Desa Pattiro Sompe, Kecamatan Sibulue, Bone, Sulsel.

Adapun lokasi kejadi tepatnya di Cappa Ujung, Sibulue, Bone, Sulsel.

"Iya ada nelayan tenggelam di Sibulue," ungkapnya.

Andi Zainal Wahyudi mengatakan, nelayan tersebut hendak mencari kepiting.

Adapaun identitas nelayan tersebut bernama Baharuddin (38).

Korban dilaporkan hilang bersama anaknya Revan (10).

Andi Zainal mengatakan, upaya pencarian terus dilakukan.

"Masih dilanjutkan pencarian dan belum ditemukan korban," katanya.

Tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI-Polri telah dikerahkan.

Selain itu masyarakat sekitar termasuk nelayan juga turut membantu.

Hingga saat ini SAR gabungan masih mencari korban di lokasi kejadian.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved