Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkot Makassar

Tak Cukup Sebulan, Danny Pomanto 3 Kali Evaluasi Kepala OPD hingga Larut Malam

Tak cukup sebulan, Wali Kota Makassar Danny Pomanto sudah tiga kali mengevaluasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
SITI AMINAH/TRIBUN TIMUR
Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyoroti kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tak cukup sebulan, Wali Kota Makassar Danny Pomanto sudah tiga kali mengevaluasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Evaluasi pertama berlangsung pada Rabu 18 Mei 2022.

Selang 10 hari setelahnya, Danny Pomanto kembali mengumpulkan pejabat OPD pada 28 Mei 2022.

Teranyar, Danny Pomanto memanggil kembali para pejabatnya pada Jumat (10/6/2022) belum lama ini.

Ketiga agenda evaluasi tersebut berlangsung di kediaman Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Jl Amirullah.

Agenda tersebut berlangsung hingga larut malam, sekira pukul 20.00 WITA hingga pukul 24.00 atau 01.00 WITA dini hari.

Mereka dikumpulkan di hall kediaman Danny Pomanto dengan melaporkan satu persatu progres program periode ini.

Khususnya, program prioritas yang diusung Danny Pomanto bersama wakilnya, Fatmawati Rusdi.

Suasana evaluasi tersebut terkesan menegangkan. Danny Pomanto terus mencecar pertanyaan juga memarahi kepala OPD yang kinerjanya kurang maksimal.

Beberapa OPD yang disemprot seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Kemudian Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi dan UKM, Tata Ruang serta OPD lainnya yang dinilai butuh usaha lebih ekstra.

"Smart panyingkulu apa masalahnya, ini yang bikin saya marah, asal-asal tentukan (lokasi) yang dibutuhkan di Veteran tapi yang dibikin di Pettarani-Landak," ujar Danny Pomanto kepada Kepala Dinas PU, Zuhaelsi Zubir.

Selanjutnya, kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Danny Pomanto mengungkap, banyak laporan terjadi kerusakan lingkungan dan pencemaran air di sungai Tallo.

Selain itu, taman-taman juga dinilai tidak terawat dengan baik.

"Selama ini Dinas Lingkungan Hidup hampir nol, saatnya Puspa bergerak, alat pengukur kualitas udara, tanah, air, tidak ada, 2023 kasi masuk itu di RKPD," tegas Danny Pomanto kepada Kepala DLH, Ariyati Puspasari Abady.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved