Istrinya Minggat ke Kalimantan, Buruh di Makassar Nekat Akhiri Hidup
Pasalnya, ia baru saja pulang menemui istrinya yang bekerja di Tarakan, Kalimantan Utara.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Moha Dg Nai (50) diduga bunuh diri karena persoalan keluarga yang dialaminya.
Warga Jl Ujung Bori, Kelurahan Bitoa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, itu ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya, Selasa (24/5/2022) siang.
Pasalnya, ia baru saja pulang menemui istrinya yang bekerja di Tarakan, Kalimantan Utara.
Namun, niatnya membawa pulang istri kembali ke Makassar tidak terwujud.
Sang istri dikabarkan menolak ajakan sang suami membuat Moha depresi.
"Mungkin masalah rumah tangganya karena tidak pernah juga cerita ke kita. Tadi subuh pulang dari Tarakan (temui istrinya)," ucap adik Moha, Safaruddin.
Safaruddin menjelaskan, awal mula kakaknya ditemukan tewas tergantung saat ia mendapat kabar dari anak Moha, Arman Maulana (19)."Baru-baru saya tinggal di sini (rumah) tiba-tiba anaknya teriak," ujarnya.
Dugaan persoalan rumah tangga menjadi pemicu Moha akhiri hidup juga diungkapkan Kapolsek Manggala Kompol Supriady Idrus.
"Dari hasil keterangan saksi keluarga dan tetangga menjelaskan bahwa korban (Moha) baru saja tiba dari Kalimantan atau Tarakan," ujar Kompol Edy sapaan Supriady Idrus.
"Setelah menemui istrinya untuk diajak kembali ke Makassar, namun tidak berhasil membawa pulang istrinya," sambungnya.
Mayat Moha Dg Nai, ditemukan tewas tergantung oleh anaknya Arman Maulana (19).
Personel Polsek Manggala yang tiba di lokasi, pun melakukan olah TKP sementara sembari menggali keterangan Arman Maulana.
Kepada polisi, Arman mengaku mendapati ayahnya tergantung saat kembali ke rumah untuk mengambil gerobak roda tiga.
Arman yang juga buruh harian, hendak mengambil roda tiga itu untuk keperluan pengerjaan bangunan.
Arman yang kaget, pun berusaha menurunkan sang ayah dari jeratan tali di leher.