Kuliah Umum Ketua KPPU RI di Unibos Makassar, Berbagi Tips Usaha Sehat Diinternal Perushaan
Kali ini, Unibos menghadirkan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Ukay Karyadi SE ME.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Bosowa kembali menggelar kuliah umum di gedung lestari 45 Jl Urip Sumoharjo no 263,Panakukkang, Makassar, Senin (23/5/2022).
Kali ini, Unibos menghadirkan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Ukay Karyadi SE ME.
Ukay Karyadi membahas tentang peran KPPU di era Globalisasi dan Ekonomi Digital.
Di hadapan mahasiswa Unibos, ia memaparkan 4 tugas KPPU.
Pertama, penegakan hukum usaha terkait dengan kewenangan KPPU dalam menyelidiki, memeriksa dan memutuskan dugaan pelanggaran persaingan usaha.
Kemudian, KPPU memiliki kewenangan dalam advokasi kebijakan dengan memberikan pertimbangan dan saran atas kebijakan pemerintah.
KPPU juga memiliki tugas mengendalikan merger melalui kewenangan menerima dan mengevaluasi merger yang dikonsultasikan.
Serta, KPPU melakukan pengawasan kekemitraan antara pelaku usaha besar atau menengah dengan UMKM.
Dalam mengawasi persaingan sehat antar perusahaan, KPPU RI memiliki program kepatuhan.
"Pelaku usaha harus ikuti program kepatuhan ini sehingga prinsip usaha sehat diinternalkan ke perusahaan," jelas Ketua KPPU RI
"Ini juga merupakan amanat dari UUD Ciptaker," lanjutnya.
Untuk menghasilkan persaingan sehat dalam usaha, para pelaku perlu mengetahui karakter dari ekonomi digital.
Ia membagi karakter ekonomi digital melalui delapan aspek.
Aspek pertama ialah knowladge, ini berkaitan dengan kemampuan SDM dalam memahami teknologi.
Kedua ialah Digitazion yakni transformasi data dalam bentuk digital.
Lalu ada Virtualization menyangkut kemampuan fasilitas berupa komputer dan jaringan internet untuk menjangkau pasar internasional.
Keempat, Molecularization terkait kemampuan dalam beradaptasi dengan arus zaman.
Kemudian, Internet Working yakni relasi antara korporasi.
Keenam, ekonomi digital mengurangi adanya mediator sehingga memungkinkan pelaku usaha langsung menjali komunikasi dengan konsumen, dalam hal ini disebut Distermediation.
Lalu, Covergence yang berkaitan dengan computing, communication dan content.
Terakhir ialah Innovation yaitu kemampuan menciptakan kebaharuan dalam pasar.
Kuliah umun ini turut dihadiri Rektor Unibos Prof Batara Surya.
Dihadapan mahasiswanya, Prof Batara menyampaikan peran penting teknologi dalam ekonomi dunia
"globalisasi selalu berhubungan dengan proses transformasi dari waktu ke waktu, dibalik itu ada kekuatan besar yang bekerja yakni teknologi
"Teknologi ini merubah nuansa dan aspek kehidupan kita termasuk perilaku dunia ekonomi dan bisnis,"
Malalui teknologi, dunia ekonomi dan bisnis berubah menjadi interaksi digital.
Apapun kebutuhan saat ini telah hadir dan terintegrasi melalui teknologi.
Ia pun mengakui bahwa ini merupakan kajian menarik dalam membahas globalisasi dan ekonomi digital
"saya kira ini akan menjadi kajian yang menarik sehingga perlu dipahami langsung dari praktisinya," ujar Prof Batara Surya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/faqihh2.jpg)