Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akademisi Unhas, Prof Ilmar Bakal Daftar Dewas BUMD, Pj Direksi Lama Ikut Minta Restu ke Danny

Prof Ilmar diketahui sementara menjabat sebagai Komisaris Perumda Air Minum (PDAM) Makassar sekaligus sebagai Tim Percepatan Penataan BUMD.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Waode Nurmin
(Dok Tribun Timur).
Prof Aminuddin Ilmar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Danny Pomanto membeberkan beberapa figur yang akan mendaftar lelang dewan pengawas dan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Salah satunya, Guru Besar Universitas Hasanuddin Prof Aminuddin Ilmar.

"Prof Ilmar bukan tim seleksi, dia mau daftar dewas," beber Danny Pomanto di kediamannya Jl Amirullah

Prof Ilmar diketahui sementara menjabat sebagai Komisaris Perumda Air Minum (PDAM) Makassar sekaligus sebagai Tim Percepatan Penataan BUMD.

Ia ditunjuk Danny Pomanto untuk menjalankan amanah tersebut selama enam bulan, sejak Desember 2021 lalu.

Selain Prof Ilmar, beberapa Pj Direksi BUMD yang saat ini menjabat juga sudah minta restu ke Danny.

"Rata-rata yang jabat direksi sekarang sudah sowan," ungkapnya.

Kata Danny mereka bebas dan punya hak untuk ikut dalam seleksi ini, tidak ada larangan.

Hanya saja, mereka hanya bisa memilih salah satunya antara dewas atau direksi.

"Tidak boleh pilih dua, kalau mau dewas pilih dewas, kalau direksi ya direksi," tegas Danny.

Adapun syarat bagi para pelamar sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) no 54 Tahun 2017 tentang BUMD.

Juga secara khusus tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) terkait Perumda.

Ada syarat khusus bagi pelamar di dewan pengawas dan direksi Perumda Air Minum (PDAM), misalnya harus memiliki sertifikat pengelolaan air.

Suami Indira Jusuf Ismail ini juga menekankan bahwa syarat untuk menjadi dewas dan direksi tak boleh dari kalangan politisi atau terdaftar sebagai anggota partai politik.

"Nda bisa. Jelas aturannya. Tidak boleh berafiliasi. Kalau dia tidak masuk di pengurus," tegasnya.

Rekam jejak dari masing-masing pelamar tentu juga menjadi pertimbangan kata Danny.

Apalagi yang sementara ini menjabat sebagai Pj Direksi di enam BUMD milik Pemkot Makassar.

Sejauh ini kata Danny, enam bulan waktu yang diberikan untuk melakukan perubahan tata kelola, hanya tiga BUMD yang dianggap berhasil.

Misalnya PDAM, Rumah Potong Hewan, dan Badan Perkreditan Rakyat (BPR).

"Jadi kalau mereka mendaftar belum tentu juga (kembali menjabat), tergantung penilaian pansel, saya tidak mau ikut campur," jelasnya.

Danny berharap, tahapan lelang ini bisa selesai dalam waktu dua pekan atau akhir Mei mendatang.

"Saya mau Mei ini selesai, dua Minggu. Setelah itu langsung pelantikan," ungkapnya.

Berikut nama Komisaris dan Pj Direksi BUMD yang ditunjuk Danny pada 8 Desember 2021:

1. Perumda Air Minum (PDAM)
- Sekda Makassar M Ansar (Komisaris)
- Guru Besar Unhas Prof Aminuddin Ilmar (Komisaris)
- Beni Iskandar (Pj Direksi)
- Arifuddin Amarung (Pj Direksi)
- Asdar Ali (Pj Direksi)

2. PD Parkir Makassar Raya
- Apriadi (Komisaris)
- Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Nur Kamarul Zaman (komisaris)
- Andi Fadli Ferdiansyah (Pj Direksi)
- Nikolaus Beni (Pj Direksi)

3. PD Pasar Makassar Raya
- Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan HAM Setda Kota Makassar, Nurhikma Reskiangsih (Komisaris)
- Thamrin M (Pj direksi)
- Syamsul Bahri (Pj direksi)

4. Perseroan Terbatas (PT) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
- Ika Natawijaya, mantan Direktur Bank Sulteng (Komisaris)
- Taslim, mantan Kepala BPKAD Kota Makassar (Komisaris)
- Qurani (Pj Direksi)

5.Rumah Pemotongan Hewan (RPH)
- Nielma Palamba (Komisaris)
- Ahmad Susanto (Pj Direksi)
- Syafrullah (Pj Direksi)

6. PD Terminal Makassar Metro
- Kepala Inspektorat Andi Asma Zulistia Ekayanti (komisaris)
- Rizal Asjahad Rahman (Pj Direksi)(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved