Cinta Segitiga di Bekasi
Fakta Baru Cinta Segitiga di Bekasi: Berulang Kali Neneng Peringatkan Dini Tak Ganggu Suaminya
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, motif pembunuhan ini karena sakit hati Neneng kepada Dini.
TRIBUN-TIMUR.COM - Fakta baru kasus pembunuhan berencana tersangka bernama Neneng Umaya dengan korban bernama Dini Nudiani di Bekasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, motif pembunuhan ini karena sakit hati Neneng kepada Dini.
Sebab, korban sudah berulang kali diperingati agar tak menganggu suaminya lagi karena sudah beristri dan anak tiga.
"Karena korban memiliki hubungan kedekatan dengan suami daripada tersangka," ucap Zulpan.
Lantaran permintaan Neneng tak diindahkan, maka wanita tiga anak itu mempersiapkan diri untuk membunuh korban.
Ia mengambil sejumlah barang bukti senjata tajam seperti gunting rumput dan linggis yang kemudian dimasukan ke dalam tas.
"Korban DN bekerja outsourcing di Plaza Bank Mandiri Jakarta, dan mempunyai hubungan dekat dengan teman kerja nya yang berinisial IDG suami tersangka," jelasnya.
Saat tiba di lokasi, korban disuruh menunggu kehadiran IDG dan dari arah belakang Neneng memukul bagian kepala korban sebanyak lima kali.
Korban dalam keadaan pingsang langsung ditikam menggunakan gunting rumpit yang dibawa oleh Neneng.
"Kita sudah melakukan pemeriksaan, dan pengakuan dari tersangka bahwa dia benar melakukan semua perbuatan pembunuhan berencana ini dan kegiatan ini dilakukan tanpa bantuan pihak lain," tutur alumni Akpol 1995.
Sebelumnya, Polsek Cengkareng bersama dengan Polres Bekasi Kota melakukan pengungkapan jenazah pembunuhan Dini Nurdiani (27) di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat.
Korban pergi dari rumah pada Selasa (26/5/2022) berpamitan kepada keluarga ingin buka puasa bersama.
Namun dua hari kemudian korban ditemukan meninggal dunia di kawasan Cibubur yang berbatasan dengan Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat.
Kapolsek Cengkareng, Kompol Ardhie Demastyo mengatakan, setelah diselidiki pihaknya bersama Polres Bekasi Kota dapat menciduk pelaku."Baru semalam ditangkap pelakunya, jenazah ada di RS Polri Kramat Jati," ujarnya
Dikenal sosok pendiam