Kasus Penganiayaan

Diduga Dianiaya Polisi Saat Mulung di PT Huadi, Kapolres Bantaeng: Terjatuh Saat Mencuri

Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Kumara, angkat bicara terkait meninggalnya Nuru' (77 tahun).

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sukmawati Ibrahim
FIRKI ARISANDI/ TRIBUN BULUKUMBA
Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Kumara. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Kumara, angkat bicara terkait meninggalnya Nuru' (77 tahun).

Nuru' adalah warga Dusun Mawang, Desa Papangloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulsel.

Nuru' diduga meninggal setelah dianiaya oknum polisi yang bertugas di PT Huadi.

Aksi penganiayaan Nuru' tersebut diduga terjadi saat ia memulung besi tua, Selasa (17/5/2022).

Itu diungkapkan oleh Mujahid Dg Tojeng, warga lainnya yang selamat dari kasus tersebut.

Ia mengaku dipukuli menggunakan benda tumpul.

Bahkan ia mendengar suara ancaman bahwa mereka bakal ditembak.

AKBP Andi Kumara, menjelaskan, jika Nuru' meninggal karena terjatuh saat hendak kabur.

Insiden ini berawal ketika petugas yang terdiri dari polisi, brimob dan security berpatroli di area PT Huadi Nickel Alloy, sekitar pukul 03.00 WITA.

Tiba-tiba mereka mendapati lima warga berada di dalam area terlarang.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved