Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pembunuhan Ibu & Anak di Subang

Update Kasus Subang: Kompolnas Pantau Kinerja Penyidik, Ternyata Belum Ada Kemajuan karena Ini

Kompolnas tak henti memantau perkembangan penyidikan dari Polda Jabar, terkait perkembangan kasus Subang

Tayang:
Editor: Ilham Arsyam
Kolase Tribun Jabar
TKP Kasus Subang 

Benny menjelaskan data DNA pembanding tersebut memang sulit didapatkan.

Demikian, jika data base DNA atau DNA pembanding sudah ada maka dengan mudah kepolisian dapat mengidentifikasi siapa saja yang ada di TKP.

Selanjutnya prosedur data saintifik DNA itu dapat dikaitkan dengan alibi, hubungannya dengan korban hingga dapat mengerucut kepada orang yang diduga sebagai pelaku.

Ketua Harian Kompolnas itu mengatakan adanya kendala lainnya.

Satu di antaranya yakni rekaman CCTV.

“Memang ada keterbatasan soal CCTV yang ada di jalan raya, kemudian jaraknya, ketajaman kameranya itu menjadi kendala tersendiri,” ujarnya.

Selain keterbatasn CCTV, Benny juga mengatakan keterbatasan para saksi.

Demikian, itulah menurutnya beberapa faktor yang menjadi penyebab penyidikan kasus Subang tersebut lambat.

Namun, Benny menegaskan bahwa di sisi lain kepolisian berhati-hati untuk menetapkan tersangka.

Hal ini karena perlunya dua alat bukti, perlu diuji melalui gelar perkara di depan wasidik.

Setelah semua elemen tersebut yakin, maka kasus akan naik ke penyidikan dan penetapan tersangka.

Isu Kasus Subang Bakal Jadi Cold Cases

Memasuki bulan ke 9, kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang masih belum terpecahkan.

Lamanya pengungkapan kasus Subang, tak jarang membuat publik terutama keluarga korban resah.

Sementara pihak keluarga korban pun bersabar menantikan kasus rajapati Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) agar terungkap.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved