Khazanah Islam
Bolehkah Puasa Syawal Tapi Belum Bayar Utang Puasa? Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
Pahala dari puasa syawal ini cukup besar sehingga sebagai umat muslim sangat sayang jika ibadah puasa syawal ini dilewatkan.
TRIBUN-TIMUR.COM - Berikut ini penjelasan terkait boleh tidaknya melakukan puasa syawal tapi belum bayar utang puasa.
Puasa Syawal merupakan puasa yang dianjurkan dilakukan.
Puasa Syawal hukumnya sunnah.
Apabila dilakukan mendapatkan pahala, namun jika tidak dilakukan maka tidak berdosa.
Baca juga: Puasa Syawal 2022 Sampai Kapan? Simak Penjelasan dan Bacaan Niat Puasa Syawal
Baca juga: Mimpi Bertemu dengan Orang yang Sudah Meninggal, Ustaz Khalid Basalamah Jelaskan Artinya
Namun, pahala dari puasa syawal ini cukup besar sehingga sebagai umat muslim sangat sayang jika ibadah puasa syawal ini dilewatkan.
Dalam sebuah hadis Riwayat Muslim disebutkan, seseorang yang berpuasa Syawal selama enam hari berturut-turut maka pahalanya seperti orang yang berpuasa sepanjang tahun.
Rasulullah SAW bersabda:
مَن صامَ رَمَضانَ ثُمَّ أتْبَعَهُ سِتًّا مِن شَوَّالٍ، كانَ كَصِيامِ الدَّهْر
Barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu menyambungnya dengan enam hari di bulan Syawal,maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim: 1164)
Lalu bagaimana jika ingin berpuasa Syawal namun memiliki utang puasa Ramadhan?
Manakah yang harus didahulukan, membayar utang puasa Ramadhan atau berpuasa Syawal?
Melalui tayangan di kanal YouTube Muslimah Hijrah ID, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan hal tersebut.
Ia menjelaskan jika terdapat dua pendapat ulama dalam menyikapi kasus ini.
Pendapat pertama ialah pendapat yang sangat ketat, di mana saat terjadi dalam situasi tersebut lebih baik mendahulukan yang wajib.
Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang wajib, di mana kewajiban dalam tatanan hukum Islam menajadi prioritas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bacaan-Niat-Puasa-Syawal-6-Hari-Bolehkan-Tidak-Berurutan.jpg)