Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Peneliti China Temukan Tanah Bulan Bisa Hasilkan Oksigen dan Bahan Bakar, 'Kehidupan Baru Dimulai'

tanah bulan dapat membuat oksigen dan produk lain dari reaksi kimia yang meniru fotosintesis

Tayang:
Editor: Alfian
Ma Jianbing/VCG melalui Getty Images
Situs pendaratan kapsul kembali dari probe Chang'e-5 di Mongolia Dalam 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penjelajah dan peneliti dari negeri Tirai Bambu, China menemukan tanah bulan yang bisa menghasilkan oksigen.

Tak hanya itu kelompok peneliti China ini juga menyebut tanah bulan bisa menghasilkan bahan bakar.

Maka tak heran dari hasil temuannya tersebut, bulan yang merupakan satelit bumi bisa memberikan kehidupan baru di masa depan.

Dilansir dari newscientist.com tanah bulan dapat digunakan untuk membuat oksigen dan produk lain dari reaksi kimia yang meniru fotosintesis, menurut analisis sampel yang dibawa kembali ke Bumi oleh penjelajah Chang'e 5 .

Pasokan yang andal dari zat semacam itu diperlukan untuk pangkalan bulan di masa depan.

Baca juga: Peneliti Ciptakan Enzim Pemakan Plastik, 400 Juta Ton Sampah Plastik Pertahun Bisa Dihentikan

Saat gerhana bulan total, bulan tetap tampak namun berwarna kemerahan.
Saat gerhana bulan total, bulan tetap tampak namun berwarna kemerahan. (shutterstock)

Sebab dibutuhkan biaya yang sangat mahal untuk meledakkan barang ke luar angkasa, jadi bahan apa pun yang dapat ditemukan di bulan dan yang tidak harus dibawa dari Bumi dapat menghemat banyak uang.

Yingfang Yao di Universitas Nanjing, China, dan rekan-rekannya memeriksa sampel tanah bulan.

Untuk melihat apakah itu dapat digunakan sebagai katalis untuk sistem yang akan mengubah karbon dioksida dan air yang dilepaskan oleh tubuh astronot menjadi oksigen, hidrogen, dan zat bermanfaat lainnya.

Produk seperti metana yang dapat digunakan untuk menggerakkan pangkalan bulan.

"Pertanyaan yang sebenarnya mereka tanyakan adalah: 'Apakah ada sesuatu yang aneh tentang tanah bulan yang akan mencegah kita melakukan hal-hal yang dapat kita lakukan dengan tanah Bumi?' Jawaban mereka adalah tidak,” kata Michael Hecht dari Massachusetts Institute of Technology, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Yao dan rekan-rekannya pertama menganalisis sampel mereka menggunakan teknik seperti mikroskop elektron dan difraksi sinar-X.

Tujuannya untuk mengidentifikasi komponen aktif katalitik tanah.

Mereka menemukan senyawa berbasis zat besi dan magnesium tingkat tinggi yang dapat berguna dalam reaksi yang meniru fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan hijau.

Para peneliti kemudian menguji tanah sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia yang akan membentuk bagian dari proses seperti fotosintesis untuk menghasilkan hidrogen dan oksigen dari CO2 dan air.

Mereka menemukan bahwa efisiensi tanah tidak sebaik katalis yang kita miliki di Bumi dan saat ini tidak cukup baik untuk menghasilkan produk dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kehidupan manusia di bulan.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved