Aliansi Peduli Unhas
Tolak Pemisahan Fakultas Teknik, Aliansi Peduli Unhas: 100 Persen Merugikan!
Pemisahan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) tengah ditolak sejumlah pihak.Deklarasi penolakan ini digaungkan alumni dan mahasiswa.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pemisahan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) tengah ditolak sejumlah pihak.
Deklarasi penolakan ini digaungkan sejumlah alumni bersama mahasiswa Unhas.
Aliansi Peduli Unhas ini meminta pihak Universitas melakukan kajian kembali terkait keputusan tersebut.
Kajian tersebut juga diharapkan bersifat terbuka untuk seluruh civitas akademika Unhas, mulai dari jajaran petinggi, dosen, alumni hingga mahasiswa
"Kami harap tentunya gerakan mahasiswa dan alumni berjuang bersama bergerak, supaya rekomendasi rektor ini bisa ditinjau atau dikaji ulang," kata Hartono dari Aliansi Peduli Unhas kepada Tribun-Timur.com usai diskusi publik di Red Corner Cafe, Senin (25/4/2022) pukul 23.30 Wita.
"Agar kita bisa tau, pemisahan ini produktif atau justru kontra produktif. Apakah ini menguntungkan atau justru merugikan," sambungnya.
Menurutnya, hasil kajiannya bersama sejumlah alumni Unhas melihat bahwa kebijakan ini merugikan kampus merah.
"Dari pembicaraan dan kajian yang kita lakukan, ini 100 persen merugikan Unhas dan Fakultas Teknik," jelas Hartono
"Apalagi terhadap mahasiswa kita, karena akreditas Unhas maupun Teknik pasti akan anjlok seketika. Ini sangat fatal," lanjutnya.
Diskusi ini menjelaskan beberapa kemungkinan akan terjadi jika Fakultas Teknik berpisah.
Pertama, akreditasi Unhas bakal terdampak dengan pemisahan ini.
Sebab, Fakultas Teknik penyumbang ratusan ribu mahasiswa di Unhas.
Selain itu, FT UH juga memiliki banyak dosen bergelar Profesor
Kedua, Fakultas Teknik yang bakalan berganti menjadi Institut Teknologi akan memulai dari jenjang terbawah yakni Satuan Kerja (Satker).
Selanjutnya dari sisi emosional, dijelaskan dengan berdirinya Institut Teknologi maka akan memisahkan saudara dari seluruh Fakultas di Unhas
Tak hanya itu, dirinya juga mewakili perasaan mahasiswa Unhas yang sedang berkuliah saat ini.
Sebab, dambaan lulus sebagai alumni Unhas bakal sirna dengan rencana ini.
"Tentu banyak yang kecewa, masuk ke Unhas mendambakan lulus sebagai alumni Unhas tapi nyatanya bisa jadi sirna," jelasnya.
Hartono mengatakan, banyak alumni Unhas juga tidak setuju dengan pemisahan Fakultas Teknik.
Berbagai upaya akan dilakukan para alumni yang menolak gagasan tersebut.
Salah satunya melalui tulisan-tulisan dan kajian terhadap kebijakan pemisahan Fakultas Teknik.
Dengan momentum akan dilantiknya Rektor baru, Hartono menyampaikan harapannya Prof Jamaluddin Jompa bisa mendukung gerakan ini.
"Nanti kami akan komunikasikan dengan Rektor terpilih Prof Jamaluddin Jompa, tentunya harapan kami Rektor bisa mendukung penolakan pemisahan Fakultas Teknik," tutup Hartono.
Diskusi ini berlangsung sejak pukul 21.00 Wita hingga 23.30 Wita.
Sebagai pemantik, Hadir Pengamat Politik Kebangsaan Arqam Azikin serta Alumni Unhas Hartono dan Azri Rasul.
Selain itu hadir pula alumni Unhas Mulawarman yang duduk bersama peserta diskusi.
Peserta diskusi ini terdiri dari alumni dan mahasiswa aktif dari berbagai fakultas. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz