Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kenal Lebih Dekat Prof Batara Surya

Tangkap Fenomena dari Warung Kopi

Prof Batara Surya dilantik menjadi Rektor Unibos pada 18 April 2022, di Gedung Lestari, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Imam Wahyudi
IST
Prof Dr Ir Batara Surya ST. M.Si 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktur Pascasarjana Universitas Bosowa periode 2018-2022, Prof Dr Ir Batara Surya ST. M.Si, kini memimpin Universitas Bosowa (Unibos).

Dia dilantik menjadi Rektor Unibos pada 18 April 2022, di Gedung Lestari, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Sosok Prof Batara Surya adalah kebanggan bagi civitas akademika Unibos.

Dia merupakan Top 2% Scientist in the World: Single Year Impact 2020-2021.

Pria kelahiran Lapri, Bone, 13 Januari 1971 ini, dinobatkan sebagai top 2% ilmuwan teratas berpengaruh dunia tahun 2021 berdasar pemeringkatan lebih dari 100 ribu saintis terbaik dunia.

Pada pemeringkatan tersebut, para peneliti digolongkan dalam 22 bidang dan 176 sub bidang keilmuan.

Pemeringkatan itu dipublikasikan pada publikasi ilmiah berjudul Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators.

Prof Batara Surya memiliki jurnal internasional terindeks scopus dengan 35 karya ilmiah.

Menurut alumni Universitas 45 Makassar yang berganti nama menjadi Universitas Bosowa pada tahun 2013 ini, inspirasi untuk menulis karya ilmiah karena beberapa faktor.

“Saya berpikir, kalau saya tidak memulai, lalu siapa yang akan mulai? Kedua, sudah waktunya Unibos mengambil peran penting untuk menunjukkan bahwa dosen juga memiliki potensi untuk berkarya yang lebih baik,” ujar alumnus Magister Manajemen Perkotaan PPs Unhas ini.

“Dari hasil capaian ini, semoga dapat memberikan semangat kepada para dosen bahwa sebenarnya alumni Unibos itu juga bisa berkontribusi baik secara nasional maupun internasional, sehingga dia memiliki reputasi global,” tambahnya.

Selain menulis jurnal, Prof Batara Surya juga menulis beberapa buku referensi perkuliahan.

Seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat tentang enviromental, masalah lingkungan hidup, dan kasus perkotaan.

“Buku saya yang telah terbit ada 10, yang terakhir tentang keberlanjutan pembangunan kota dengan tiga prespektif, yaitu lingkungan, ekonomi dan sosiokultural,” tutur pria yang meraih gelar doktornya di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Putra dari Almarhum Purnawirawan TNI AD, Mayor R Anthonius, ini meraih gelar Profesor Bidang Perencanaan Wilayah dan Kota Bidang Ilmu Analisa Lokasi dan Pola Keruangan, pada tahun 2016, saat usianya baru 40.

“Sebagai keluarga militer, orangtua sudah mengajarkan saya harus disiplin, menghargai waktu, profesional dan harus cinta terhadap almamater di mana saya berada,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved